CIAMIS – Sebanyak 15 siswi MTs Negeri Maparah dan MAN Maparah di Dusun Sukajaya Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis, kesurupan masal saat mengikuti pelajaran di sekolah kemarin. Sebagian siswi ada yang harus dirawat di klinik Pondok Pesantren Gegempalan berjarak puluhan meter dari kompleks sekolah.
Siswi yang kesurupan tadi terdiri atas 14 siswi dari MTsN Maparah dan 1 dari MAN Maparah. Peristiwa tersebut berlangsung serempak dan terjadi dalam waktu yang bersamaan.
Kepala MTsN Maparah Oman Suparman SAg didampingi staf TU Eman Sulaeman menjelaskan, awalnya siswi yang kesurupan hanya satu orang di kelas 3 dan terjadi pada pukul 09.30. “Namun ketika guru-guru berusaha menyembuhkan seorang siswi, tiba-tiba yang lainnya ikut kesurupan juga,” ujarnya ketika ditemui Radar di MTsN Maparah, kemarin. Jumlah siswi yang kesurupan mencapai 15 orang. Satu orang dari MAN Maparah.
Eman menambahkan, dari 15 siswi tadi, 8 orang pernah kesurupan usai shalat maghrib di asrama Ponpes Gegempalan pada Kamis (4/2). “Sebenarnya, peristiwa ini berlangsung semenjak siswi berada di asrama. Dari 15 siswi yang kerasukan, 8 di antaranya kesurupan di asrama sekitar pukul 18.00,” jelasnya.
Menurut Eman, peristiwa kesurupan yang menimpa siswinya buka kali ini saja terjadi. Tahun 2009 pada bulan yang sama, 50 siswi pernah kesurupan masal.
Secara terpisah, Pimpinan Ponpes Gegempalan Dusun Sukajadi Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis KH Saeful Uyun menambahkan, kesurupan pertama terjadi di asrama putri usai shalat maghrib. Dijelaskan, saat itu KH Saeful menjadi imam shalat maghrib. Saat shalat berlangsung, dia mendengar jeritan wanita kesurupan. “Ketika shalat beres, tiba-tiba yang kesurupan bertambah menjadi 8 orang. Namun pada saat itu juga langsung disembuhkan,” jelasnya.
Dia yakin siswi tersebut kesurupan lantaran kelamaan melamun. Apalagi, kata KH Saeful, banyak di antara mereka yang sedang jatuh cinta. “Mereka akhirnya banyak pikiran sehingga gampang terserang makhluk halus,” jelasnya.
Lanjut KH Saeful, di antara siswi yang kesurupan, sebagian dirawat di klinik pesantren. “Karena ada siswi yang kondisinya sedang sakit sehingga mereka juga memerlukan pengobatan medis,” katanya.
“Sebagian siswi yang sudah sembuh telah dibawa orang tuanya masing-masing,” tambah KH Saeful.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, lanjutnya, pihak pesantren mengimbau siswi agar jangan melamun. Waktu luang lebih baik diisi dengan kegiatan positif. “Misalnya, mengisi kegiatan malam dengan mengaji dan aktivitas keagamaan,” katanya. (der)
| < Prev | Next > |
|---|
















Ramalan Cuaca Kota...? 
