TASIK – Gerombolan motor kembali berulah. Sabtu (7/2) malam, mereka diduga menganiaya empat pemuda di Jalan Perintis Kemerdekaan Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Sedangkan Yana, rekan empat pemuda yang nahas, berhasil lolos dari sergapan.
Aksi penganiayaan itu terungkap setelah para korban melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polresta, Minggu (7/2) sekitar pukul 16.30. Ketika di Mapolresta, seorang korban tampak menderita luka sebetan celurit di kepala. Tiga korban lainnya lebam-lebam.
Empat korban penganiayaan itu antara lain Dadan Solehudin (21) warga Borolong Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Dia mengalami luka robek di kepala dan leban wajahnya.
Rudi (19) warga Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya mengalami luka lebam hampir di sekujur tubuh dan bagian wajah akibat ditendang dan didorong ke parit.
Slamet Wahyono (18) warga Kecamatan Kawalu mengalami luka memar di sudut mata kanannya. Slamet juga dipukul menggunakan pentungan kayu.
Sena (19) warga Pangkalan Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Dia mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya. Tangan kanannya dipukul dengan pentungan kayu.
Dadan menceritakan kronologi kejadiannya. Sekitar pukul 22.30, ia bersama lima temannya mengendarai motor untuk membeli sorabi di sekitar Kawalu. Saat itu motornya melaju arah Karangnunggal–Tasik.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), motornya berpapasan dengan segerombolan pengendara motor. ”Mereka berjumlah 30 motor lebih dengan jalan berderet. Jalan tertutup oleh puluhan motor,” ceritanya.
Lanjut dia, beberapa penumpang motor menyuruh semua kendaraan yang berpapasan untuk minggir. ”Mereka berteriak keras, mingir-mingir, sehingga kami takut. Apalagi di antara mereka itu ada yang mengacung-acung samurai, celurit dan bambu. Kami langsung berhenti,” lanjutnya.
Ketika motornya berhenti, tambah dia, beberapa orang langsung menyerang. ”Kepala saya kena celurit hingga robek tujuh jahitan. Selain dicelurit, saya dianiaya dengan cara dipukuli, ditentang. Setelah geng motor itu pergi, saya dibawa ke RSU,” terangnya.
Sayang para korban tersebut tidak mengetahui ciri-ciri pelaku. Meski sempat melihat wajahnya, namun tidak jelas. ”Jangankan memperhatikan motor, saya sibuk menyelamatkan diri dari udah untung. Kalau ukuran usia diperkirakan anak SMP, SMU paling tua berusia 24 tahunan,” ungkap Yana.
Dia hanya mengetahui yang jadi barang buktinya hanya sebuah celurit. ”Barang buktinya paling juga celurit, yang kebetulan nancap di jok motor Rudi. Kalau untuk memperhatikan plat motor mah (tidak bisa, red) apalagi di tempat itu lampunya gelap,” tambah dia.
Sementara Kapolresta Tasikmalaya AKBP Aries Syarief Hidayat MM melalui Kasat Reskrim AKP Harso Pudjo Hartono membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan. ”Kami masih mengumpulkan bahan keterangan dan melakukan penyelidikan secara intensif,” katanya. (dem)
| < Prev | Next > |
|---|
















Ramalan Cuaca Kota...? 
