Ghojali: Bukti Lemahnya
Perencanaan Pembangunan
BANJAR – Jogging track Parung Lesang kembali ambrol sekitar Sabtu (6/2) malam. Lokasinya tepat di tempat longsoran pertama. Kali ini, ambrolnya proyek yang dibangun dari dana APBD untuk pos penataan bantaran sungai sebesar Rp 540 juta tersebut lebih parah.
Kalau sebelumnya hanya karung berisi pasir yang fungsinya untuk menahan longsoran, kali ini sebagian track sepanjang 16 meter ikut tergerus arus sungai yang cukup deras akibat hujan.
Sejumlah aktifis kembali mengomentari kejadian ini. Mereka yang tergabung dalam K3G, di antaranya Debi Puspito, Tohir SAg, Ir Ia Mulyadi, Dadang Saryanto dan Ir Toto Rubiantoro. Menurut mereka, ambrolnya jogging track ini merupakan dampak ketidak pedulian pemerintah terhadap keseimbangan lingkungan dengan memberikan izin pembangunan di kawasan Parung Lesang.
“Ini bukti bahwa proyek ini dipaksakan tanpa memperhitungkan sisi teknis, karena ada kaitan dengan pembangunan PMC. Pihak BBWS pernah mengatakan jika tanah dikawasan tersebut labil, apalagi tanpa Turap (penahan tebing permanen),” ungkap Ir Ia Mulyadi, koordinator GCS saat dihubungi Radar, kemarin.
Dia berharap pemerintah bisa menjelaskan kepada masyarakat soal longsoran jogging track untuk kedua kalinya ini. “Jangan setiap ada kelongsoran selalu karena faktor forcemajeur (bencana),” tandasnya.
Ia Mulyadi khawatir, jika tidak segera diatasi, dana dari APBD akan habis untuk memperbaiki proyek ini. "Secepatnya kita akan konfirmasi ke DPRD terkait hal ini. Biar ada tindakan yang pasti,” janjinya.
Di tempat terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjar H Muchtar Ghojali berpendapat, ambrolnya sarana yang baru dibangun ini merupakan bukti lemahnya aspek perencanaan pembangunan. "Jika terus seperti ini, pemkot harus merubah paradigma. Itu kalau ingin semua proyeknya berhasil sesuai target,” tegasnya. (uda)
| < Prev | Next > |
|---|
















Ramalan Cuaca Kota...? 
