AYAH beranak dua ini (RP) mengaku bahwa ganja yang dimilikinya dibeli dari NS Rp 50 ribu. Tujuannya, kata dia, untuk menghilangkan permasalahan keluarga (soal ekonomi).
”Ya tadinya sih sekadar pelampiasan untuk menghilangkan masalah ekonomi keluarga,” ungkap dia kepada petugas.
Disebutkannya, dulu kondisi perekonomiannya tidak sesulit sekarang. Apalagi pekerjaan lamanya itu memberikan penghasilan yang cukup. ”Dulu saya kerja di Bali jadi guide. Penghasilannya lumayan. Tetapi setelah mendapat musibah kecelakaan, saya berhenti jadi guide dan jadi tukang kridit. Tapi imbasanya, perekonomian tidak cukup,” akunya.
RP menyesal karena harus berurusan kembali dengan hukum. Padahal dirinya sudah “meninggalkan” barang haram itu. ”Dulu saya sempat dihukum gara-gara mengonsumsi ganja. Akhirnya kapok dan berhenti. Tapi masalah ekonomi muncul lagi sehingga kembali mengonsumsi ganja,” ulasnya.
Sementara NS mengaku hanya sebagai kurir ganja. Barang tersebut didapatnya dari temannya di Kota Tasikmalaya. ”Saya beli dari Img, tukang bakso teman dagang yang biasa mangkal di Alun-alun Singaparna,” tutur pedagang buah-buahan ini. (dem)
| < Prev | Next > |
|---|
















Ramalan Cuaca Kota...? 
