PANGANDARAN - Seorang gadis berkulit putih usia sekitar 16-18 tahun yang mengaku bernama Riri, terlantar di Pangandaran sejak 11 Januari lalu. Dia ditampung keluarga Koko Koharsono (46) di Dusun Bojong Jati Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran.
Saat ditemukan seorang tukang becak bernama Purwanto (50), anak baru gede (ABG) ini nampak bingung di Terminal Pangandaran. “Saat itu sudah pukul 17.00. Dia kelihatan bingung. Saat saya tanya mau ke mana? Dia menjawab hendak mencari kos sambil menunggu temannya dari Bandung. Tapi, dia tidak seperti wisatawan lain yang bawa tas. Saat saya tanya asalnya, dia mengaku dari Cimahi,” kisah Purwanto kepada Radar, kemarin.
Karena hari mulai gelap dan kasihan melihat Riri yang kebinggungan, Purwanto kemudian mengantarnya ke rumah saudaranya di Desa Pananjung. “Ke rumah saudara saya Koko. Kebetulan di sana ada kamar kosong,” sambungnya.
Sejak saat itu, gadis yang potongan rambutnya model harajuku ini tinggal bersama keluarga Koko. “Setiap kali ditanya, orang tua dan alamat lengkap rumahnya, Riri nggak mau jawab. Jawabannya suka ngawur. Kadang bilang orang tuanya ada di Arab. Saat diajak ngobrol biasa sih nyambung,” ungkap Koko saat Radar mengunjungi rumahnya, kemarin.
Keluarga Koko mengaku kesulitan mendapatkan informasi tentang identitas Riri. “Kebetulan dia bawa ponsel. Saya coba menghubungi nomor yang ada, tapi kebanyakan tidak mengenalnya,” tambah Koko.
Radar pun sempat mengajak Riri ngobrol. Dalam obrolan tersebut dia mengaku bahwa tujuannya ke pangandaran untuk main. “Saya ke sini main aja,” uajrnya singkat.
Saat ditanya alamat orang tuanya, dengan ketus dia menjawab, “Pokonya saya dari Cimahi. Orang tua saya jauh.”
Riri pun sempat mengaku bahwa dirinya sebelum ke Pangandaran tinggal bersama orang tua angkatnya. “Orang gila tuh. Masa saya nggak boleh ke mana-mana. Makanya saya nggak mau balik lagi ke sana,” akunya. Namun, Riri selalu diam dan hanya tersenyum saat ditanya nama dan alamat orang tua angkatnya tersebut.
Di sela-sela obrolan, Riri kerap terlihat melamun dan tidak konsentrasi. Kepada Radar, gadis yang memiliki ciri tahi lalat di hidung ini mengaku sedang bertengkar dengan pria bernama Bayu, seorang pegawai salah satu bank di Bandung. Bayu yang dikenalnya sebulan lalu itu dituduh menjadi penyebab dirinya terlantar di Pangandaran.
“Nggak tahu tuh! Nggak tanggung jawab. Katanya dia mau jemput saya, tapi dia nggak datang-datang,” ucapnya ketus soal pria yang bernama Bayu.
Koko Koharsonno dan istrinya mengaku tidak keberatan jika Riri tinggal di rumahnya. Namun, dia berharap ABG ini bisa kembali ke orang tua atau kerabatnya.
“Dia juga pernah mau pergi, tapi saya nggak kasih izin. Soalnya bahaya, dia ini masih kecil dan sendirian lagi. Apalagi sebelumnya dia pernah pergi dari rumah. Saat bapak mencarinya, ketemu di pantai. Saat itu dia sedang dikerubuti lima cowok,” kata Mutiatun, istri Koko.
Koko Koharsono sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Pangandaran. “Saya laporan ke Pak Panca, anggota Polsek Pangandaran. Dia malahan sempat ke sini dan dialog. Namun Riri menolak saat diajak pulang ke Bandung. Dia bilang mau nunggu yang jemput dulu,” beber Koko.
Hari ini, pria yang berprofesi sebagai nelayan ini berencana mengantar Riri ke Bandung. “Saya tidak mau lepas dia sendirian. Saya akan menyerahkannya ke kerabatnya di Bandung,” tekadnya. (nay)
| < Prev | Next > |
|---|
















Ramalan Cuaca Kota...? 