Nelayan Mulai Panen Lobster di Tanggul Pantai Timur
PANGANDARAN - Pembangunan tanggul pemecah gelombang di kawasan pantai timur Pangandaran ternyata memberi manfaat besar bagi masyarakat dan wisatawan. Di samping fungsi utamanya sebagai pemecah gelombang, kawasan ini juga menjadi tempat favorit wisatawan pada pagi hari. Bagi nelayan, di kawasan ini pun mereka bisa mengais rejeki. Terutama sebagai tempat mencari udang karang (lobster).
Dengan peralatan ban yang dililit tambang, layaknya perahu karet berukuran mini, puluhan nelayan tiap harinya berjibaku dengan ombak. Walau dengan peralatan seadanya, namun mereka bisa menghasilkan ratusan ribu rupiah per hari jika hasil tangkapannya banyak.
Diakui Asep (45), saat ini lebih dari 20 nelayan yang berprofesi sebagai pencari lobster di kawasan pantai timur. “Kalau yang nyari lobster dari dulu memang banyak, tapi mereka semuanya nyari lobster di tebing-tebing pinggiran cagar alam. Risikonya juga tinggi, ombak-ombak di sana besar. Nah, setelah di bangun pemecah gelombang di sini, lobster ternyata banyak ditemukan, mulailah banyak yang nyari lobster di sini,” kisahnya kepada Radar, kemarin.
Lanjut Asep, ukuran lobster di kawasan pantai timur memang relatif kecil jika di habitat aslinya. “Paling yang ada di sini sebesar jempol kaki, sekilo isi 15-20 ekor,” akunya.
Lobster merupakan jenis udang yang harganya cukup menjanjikan. Makin besar ukurannya, maka semakin mahal harganya. Hasil tangkapan nelayan di pantai timur biasanya mencapai harga Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu. (nay)
| < Prev | Next > |
|---|
















Ramalan Cuaca Kota...? 