CIAMIS – Hujan lebat yang mengguyur Ciamis dan sekitarnya menyebabkan bencana di beberapa daerah. Jembatan Gongseng yang menghubungkan Dusun Bangsal RT 44 RW 5 Desa Darmaraja Kecamatan Lumbung dengan Dusun Sindanggirang RT 42 RW 12 Desa Citerep Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis, ambrol kemarin sekitar pukul 01.00.
Jembatan tembok sepanjang 15 meter dan lebar 2,5 meter tersebut putus akibat terbawa arus Sungai Cimuntur yang meluap. Selain itu jembatan tersebut usianya sudah tua sehingga mudah ambruk terbawa arus sungai yang cukup deras.
“Jembatan ini dibangun pada tahun 1984. Usianya sudah tua jadi mudah ambrol,” ujar Muhaemin (57) warga Dusun Sindanggirang kepada Radar di lokasi kejadian, kemarin.
Akibatnya, akses warga dua kecamatan itu terputus. Untuk berhubungan langsung, warga dua daerah itu mesti memutar arah hingga 10 kilometer.
Muhaemin mengaku sebelumnya warga sudah mengajukan ke pemerintah desa dan kecamatan untuk perbaiki jembatan tersebut. Sebab, kondisinya sudah mulai retak. Namun hingga ambrol kemarin, ajuan itu belum direalisasikan.
“Saya dengar pihak desa dapat dana untuk jembatan Rp 50 juta. Eh malah dialihkan untuk jalan lain. Padahal jembatan ini lebih penting, aksesnya menghubungkan dua Kecamatan Lumbung dan Kawali, jalur cepat untuk mengangkut hasil bumi,” terangnya.
Agar akses tidak terputus, warga kerja bakti membuat jembatan sementara berbahan bambu. Di sela kerja bakti, sekitar pukul 11.00, warga kedatangan kunjungan Wakil Bupati Ciamis H Iing Syam Arifin. Iing berjanji pemerintah akan segera membangun jembatan baru. Dananya diambil dari pos bantuan bencana.
“Untuk sementara warga menggunakan jalan alternatif. Kami imbau warga Kabupaten Ciamis untuk selalu waspada. Curah hujan saat ini sangat tinggi,“ imbau Iing.
Selain jembatan, luapan air Sungai Cimuntur juga menyebabkan puluhan hektar sawah terendam. Dipastikan padi yang baru berumur satu bulan terancam gagal panen.
Masih di Desa Darmaraja, akibat hujan lebat, tebing setinggi 5 meter dan panjang 10 meter di Kampung Bangsalan ambrol menimpa rumah milik Mumu (39). Tebing juga menutup selokan sehingga air sempat meluap ke rumah-rumah warga. (isr)
| < Prev | Next > |
|---|
















Ramalan Cuaca Kota...? 
