BEBERAPA sobat Xpresi tentunya sudah kenal dengan istilah shopaholic. Itu adalah salah satu hobi para cewek kalau udah ada di tempat yang namanya mal atau tempat belanja lainnya.
Dan saking belum puasnya, mereka kadang lupa waktu. Tapi ada juga lho yang kalau kita lagi belanja nggak sampai ngehabisin waktu banyak. Seperti dituturkan beberapa sobat Xpresi.
Pertama datang dari M Hisyam, siswa SMA Nashrul Haq Tasikmalaya. Menurutnya, belanja berlebihan itu membuatnya seperti anak perempuan. “Belanja buat kebutuhan pribadi sih suka, tapi nggak terlalu menggilai karena belanja berlebihan itu kayak cewek banget,” ujar siswa kelas X tersebut.
Lanjut Hisyam, sebelum berangkat ke tempat belanja banyak yang harus dipikirkan. “Cara irit ala aku sih mudah. Pikirkan dulu apa yang akan kita beli sebelum berangkat jadi nggak sampai ngehabisin uang dan waktu. Soalnya aku kan santri jadi harus hemat,” ungkapnya.
Berbeda dengan Siti Hamidah, siswi SMA Nashrul Haq. Siti justru tidak terlalu menyukai belanja. “Kalau aku sih jarang keluar rumah, jadinya nggak terlalu suka belanja deh,” paparnya.
Siti juga mengakui orang tuanya selalu memenuhi kebutuhannya.
Untuk itu, bagi para shopaholic, jangan sampai kita lupa waktu dan utamakan hal-hal yang lebih penting dari itu. Shopping buat nge-refresh otak boleh-boleh aja, asalkan nggak sampai gila-gilaan and ngehabisin uang orang tua. Ntar malah dapat marah deh.
“Aku suka belanja. Aku akui kok. Tapi aku bukan termasuk shopaholic. Aku belanja masih sesuai dengan keadaan dompet,” aku Siska, siswi SMAN 5 Tasikmalaya.
Sudah jadi hal yang lumrah khususnya buat cewek menyenangi belanja. Pusat belanja, mal-mal sekarang sudah banyak ada dimana-mana. Dari toko baju atau outlet-outlet sampai toko aksesoris setiap hari dipenuhi konsumen. Malah sekarang, shopaholic tidak hanya menjangkit kalangan atas saja, tetapi sudah masuk kalangan menengah. “Kalau aku pribadi sih lebih mengutamakan barang yang dibutuhkan. Kalau lagi banyak badget baru belanja,” papar Siska.
Shopaholic berarti mengarah ke konsumerisme yang berlebihan. Orang yang gila belanja biasanya disebut Miss Jinjing karena selalu menjinjing seabrek barang belanjaannya. “Orang yang shopaholic biasanya yang tajir. Orang yang kalau lihat barang dan suka sama barang itu langsung beli tanpa memikirkan isi kantong,” tutur cewek yang biasa dipanggil Chika ini.
“Tapi, fenomena ini semakin banyak terjadi di sekitar kita, khususnya di sekolah. Biasanya, kalau ada suatu barang yang lagi trend, anak-anak langsung pada beli. Sebagian dari mereka nggak tanggung-tanggung membeli dengan jumlah yang banyak. Ini membuktikan kalau shopaholic sudah jadi budaya,” ungkapnya.
Menjadi shopaholic bukan suatu masalah bagi mereka yang mempunyai budget banyak. Tapi, kalau nggak, ya harus bisa menahan diri. “Shopaholic menurutku berhubungan sama passion. Jadi mereka yang gila belanja biasanya nggak bisa kalau nggak memiliki barang yang mereka mau. Pengennya belanja apapun resikonya,” kata anak kos ini.
“Teman-teman yang satu kos denganku juga banyak yang sengaja atau tidak sengaja memakai uang sekolah cuma buat puas-puasan belanja. Akhirnya mereka kelabakan sendiri waktu deadline buat bayar uang sekolah,” ungkapnya. (qisthy/lisan)
Dan saking belum puasnya, mereka kadang lupa waktu. Tapi ada juga lho yang kalau kita lagi belanja nggak sampai ngehabisin waktu banyak. Seperti dituturkan beberapa sobat Xpresi.
Pertama datang dari M Hisyam, siswa SMA Nashrul Haq Tasikmalaya. Menurutnya, belanja berlebihan itu membuatnya seperti anak perempuan. “Belanja buat kebutuhan pribadi sih suka, tapi nggak terlalu menggilai karena belanja berlebihan itu kayak cewek banget,” ujar siswa kelas X tersebut.
Lanjut Hisyam, sebelum berangkat ke tempat belanja banyak yang harus dipikirkan. “Cara irit ala aku sih mudah. Pikirkan dulu apa yang akan kita beli sebelum berangkat jadi nggak sampai ngehabisin uang dan waktu. Soalnya aku kan santri jadi harus hemat,” ungkapnya.
Berbeda dengan Siti Hamidah, siswi SMA Nashrul Haq. Siti justru tidak terlalu menyukai belanja. “Kalau aku sih jarang keluar rumah, jadinya nggak terlalu suka belanja deh,” paparnya.
Siti juga mengakui orang tuanya selalu memenuhi kebutuhannya.
Untuk itu, bagi para shopaholic, jangan sampai kita lupa waktu dan utamakan hal-hal yang lebih penting dari itu. Shopping buat nge-refresh otak boleh-boleh aja, asalkan nggak sampai gila-gilaan and ngehabisin uang orang tua. Ntar malah dapat marah deh.
“Aku suka belanja. Aku akui kok. Tapi aku bukan termasuk shopaholic. Aku belanja masih sesuai dengan keadaan dompet,” aku Siska, siswi SMAN 5 Tasikmalaya.
Sudah jadi hal yang lumrah khususnya buat cewek menyenangi belanja. Pusat belanja, mal-mal sekarang sudah banyak ada dimana-mana. Dari toko baju atau outlet-outlet sampai toko aksesoris setiap hari dipenuhi konsumen. Malah sekarang, shopaholic tidak hanya menjangkit kalangan atas saja, tetapi sudah masuk kalangan menengah. “Kalau aku pribadi sih lebih mengutamakan barang yang dibutuhkan. Kalau lagi banyak badget baru belanja,” papar Siska.
Shopaholic berarti mengarah ke konsumerisme yang berlebihan. Orang yang gila belanja biasanya disebut Miss Jinjing karena selalu menjinjing seabrek barang belanjaannya. “Orang yang shopaholic biasanya yang tajir. Orang yang kalau lihat barang dan suka sama barang itu langsung beli tanpa memikirkan isi kantong,” tutur cewek yang biasa dipanggil Chika ini.
“Tapi, fenomena ini semakin banyak terjadi di sekitar kita, khususnya di sekolah. Biasanya, kalau ada suatu barang yang lagi trend, anak-anak langsung pada beli. Sebagian dari mereka nggak tanggung-tanggung membeli dengan jumlah yang banyak. Ini membuktikan kalau shopaholic sudah jadi budaya,” ungkapnya.
Menjadi shopaholic bukan suatu masalah bagi mereka yang mempunyai budget banyak. Tapi, kalau nggak, ya harus bisa menahan diri. “Shopaholic menurutku berhubungan sama passion. Jadi mereka yang gila belanja biasanya nggak bisa kalau nggak memiliki barang yang mereka mau. Pengennya belanja apapun resikonya,” kata anak kos ini.
“Teman-teman yang satu kos denganku juga banyak yang sengaja atau tidak sengaja memakai uang sekolah cuma buat puas-puasan belanja. Akhirnya mereka kelabakan sendiri waktu deadline buat bayar uang sekolah,” ungkapnya. (qisthy/lisan)
| < Prev | Next > |
|---|
















Ramalan Cuaca Kota...? 
