TASIKMALAYA

Pemudik Bisa Gunakan Jalur Alternatif

Pemudik Bisa Gunakan Jalur Alternatif

H-7 Jalur Tasikmalaya Lancar
TASIK- Pemudik dari arah Bandung menuju Jawa Tengah bisa menggunakan jalur alternatif. Hal itu bisa dilakukan kalau jalur utama via Tasikmalaya (Gentong - Rajapolah - Kota Tasikmalaya) mengalami kemacetan.
Menurut Kabag Ops Polersta Tasikmalaya Kompol Yono Kusyono ada dua jalur alternatif yang bisa dilalui pemudik. Seperti jalur alternatif Tasik Utara dan Tasik Selatan.
Untuk menggunakan jalur alternatif Tasik Utara, pemudik mempunyai dua pilihan. Yakni, jalur Ciawi – Pamoyanan – Pagerageung - Panumbangan – Cihaurbeuti – Gunung Cupu – Cikoneng – Ciamis. Panjang jalan tersebut mencapai 34 Km. Selain itu pemudik bisa melewati Jalan Ciawi - Rajapolah-Indihiang - Simpang Tiga Cihaurbeuti - Gunung Cupu- Cikoneng - Ciamis. Adapun panjang jalannya mencapai 31 Km.
Selain jalur alternatif Tasik Utara, pemudik juga bisa menggunakan jalur alternatif Tasik Selatan. Untuk menggunakan jalur ini, pemudik mempunyai banyak pilihan. Ada tiga jalur alternatif yang bisa dilalui; jalur Singaparna- Sl Tobing- Siliwangi - Basir Surya- Cibeureum – Manonjaya - Banjar; Singaparna - Jl Sewaka - Cisumur - Simpang Empat Gobras - Lanud Cibereum - Manonjaya – Banjar; Singaparna – JL Ir H Djuanda – Simpang Tiga Jati- JL RE Martadinata - Karang Resik - Ciamis.
Disiapkan untuk Arus Balik
Walau jalur alternatif Tasik Utara dan Selatan sudah disiapkan sejak arus mudik, Yono memperkirakan bahwa jalur-jalur tersebut akan banyak digunakan pada saat arus balik. Karena dia menduga akan terjadi kemacetan di tanjakan Gentong. Seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak kendaraan yang gagal menanjak pada saat arus balik.
“Kami telah menyiapkan jalur alternatif. Kemacetan akan terjadi pada arus balik H+1 hingga H+5. Sedangkan untuk arus mudik, jalur utama tidak akan macet,” terangnya yang menyiagakan mobil derek, ambulan, pemadam kebakaran di titik-titik yang rawan kecelakaan. Selain itu, Polresta Tasikmalaya juga menyiagakan 622 personelnya untuk mengamankan arus mudik dan balik tahun ini.
“Saya mengimbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati lagi dalam mengendarai kendaraan. Keselamatan harus lebih diutamakan,”  saran Yono.
Jalan Masih Lengang
Sementara itu berdasarkan pantauan Radar  kemarin (H-7) jalur Gentong, Kadipaten, Ciawi, Jamanis, Rajapolah ke Kota Tasikmalaya masih tampak masih lengang.
“Dari pagi hari hingga saat ini belum ada peningkatan arus lalu lintas di jalur ini,” ungkap petugas Pos Pengamanan Arus Mudik (PAM) Rajapolah, Aipda Budi saat ditemui siang kemarin.
Berdasarkan pantauannya arus lalu lintas, yang datang dari arah Bandung menuju Jawa Tengah dan Tasikmalaya masih normal dan masih seimbang. “Begitupun sebaliknya,” imbuh Budi.
Kata Budi, pemudik akan mulai meningkat diprediksikan H-5.
Sementara itu kemacetan biasanya terjadi pada arus balik, yakni H+3. Dia mendasarkan prediksinya pada pengalaman tahun sebelumnya. (yza/zlf)

 

Jumlah Tong Sampah Tak Cukup

Saat Lebaran Tim Kebersihan Kewalahan
BALE WIWITAN – Sebagian warga pengguna jalan kerap mengeluhkan dengan tumpukan sampah di sudut-sudut Kota Tasikmalaya. Hal ini diakui Bidang Kebersihan Dinas Cipta Karya karena jumlah tempat pembuangan sampah (tong sampah) masih kurang. Apalagi kondisi tong sampah yang ada pun sudah rusak.
Diungkapkan Kasi Pembuangan Sampah Dinas Cipta Karya Supeno Heri Herawan SIp, jumlah tong sampah milik Bidang Kebersihan berjumlah 158 buah ditambah 81 buah tempat pembuangan sampah mini. Jumlah sebanyak itu 33 buah tong sampah dan 10 TPS mini berada di ruas Jalan HZ Mustofa, terutama di pusat pertokoan yang jaraknya masing-masing 30 meter.
“Namun setelah kami pantau, kondisinya sudah rusak dan sudah tidak lagi ada pada tempatnya. Jumlah itu memang kami rasakan sangat kurang sekali,” ungkap Supeno yang juga menyebutkan, untuk menangani masalah sampah, menerjunkan sebanyak 232 personel.
Tong sampah yang bertuliskan APBD TA 2008 itu, sambung dia, awalnya dipasang memakai besi penyangga. Sehingga posisi tong sampah menggantung. Kini, kondisinya berbeda. Tong sampah yang terbuat dari viber tersebut banyak yang rusak seperti pecah, bocor, kotor bahkan banyak di antaranya yang menggantung pada besi penyangganya.
Masih soal sampah, Supeno menyatakan, seluruh sampah yang diangkut ke TPA Ciangir sebanyak 545 meterkubik per hari. Sampah sebanyak itu diangkut mengandalkan 27 armada. Idealnya, kata dia, sampah sebanyak itu diangkut dengan 40 armada.  
“Apalagi dari keseluruhan armada yang ada, hanya 15 unit yang layak beroperasi. Kondisi tersebut (sampah) akan lebih parah ketika Lebaran,” keluhnya.
Meningkatnya volume sampah pada Lebaran ini, sebut Supeno, karena tingkat konsumsi masyarakat yang meningkat. “Perhitungan per orang menghasilkan setengah kilogram sampah, diprediksikan akan meningkat 3 sampai 5 kali lipat pada Lebaran,” ujar dia. (zlf)

Pemkot Tak Halangi Penegerian Unsil

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak pernah menghalang-halangi proses pembebasan tanah sebagai salah satu syarat Universitas Siliwangi (Unsil) menjadi perguruan tinggi negeri (PTN). Kapala Bagian Humas Setda Kota Tasikmalaya Asep Ms menyatakan hal itu, menanggapi apa yang disampaikan Gubernur Jawa Barat yang meminta proses pembebasan tanah agar secepatnya dilaksanakan.
Dia mengatakan, tahapan usulan penetapan tanah untuk Unsil telah dilaksanakan sesuai ketentuan. Melihat tahapan yang sudah dilaksanakan tersebut, pemkot berharap bahwa proses penegerian Unsil segera terwujud.
Apalagi, sambung Asep, pemkot memandang bahwa berubahnya status Unsil menjadi perguruan tinggi negeri, akan berdampak positif bagi masyarakat Kota Tasikmalaya serta warga di Kecamatan Tamansari khususnya. ”Diharapkan juga bias meningkatakan daya beli dan perekomian masyarakat,” ujarnya.
Sebetulnya, sambung dia, Wali Kota Tasikmalaya Drs Syarif Hidayat MSi saat Safari Ramadan dan Tarawih Keliling di masjid agung telah memaparkan, proses usulan tanah untuk Unsil di Kecamatan Tamansari sudah dilaksanakan dengan prosedur melalui beberapa tahapan. Wali kota, sebut Asep, menyampaikan dukungan penuh terhadap perubahan status Unsil dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri. (kim)

Angkutan Mudik Layak

Tim Periksa Fungsi Teknis kendaraan
INDIHIANG – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat memeriksa angkutan untuk mudik dan balik Lebaran di Terminal Indihiang, kemarin. Melalui Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Endang Sobirin, angkutan Lebaran yang ada di Terminal Indihiang dianggap layak.
Sebelumnya, tim Dishub Provinsi yang terdiri dari 10 orang, memeriksa tiga bus. Disaksikan Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Tasikmalaya Aay Zaini Dahlan, tim juga memeriksa fasilitas terminal, seperti kursi tunggu penumpang, penunjuk arah, toilet serta sarana ibadah.
Endang menyatakan, pemeriksaan armada dan fasilitas terminal ini dilakukan secara maraton ke seluruh terminal yang ada di Jawa Barat. Hal itu menurutnya untuk memastikan layak atau tidaknya armada untuk pemudik. “Hasil pengecekan, bus angkutan mudik, layak jalan. Ini (pengecekan) agar tidak menimbulkan kecelakaan pada saat musim mudik,” ulasnya.
Dalam pemeriksaan kemarin, dia juga memeriksa administratif kendaraan dan pengemudi. Seperi kartu pengawasan, kartu jasa raharja, SIM dan STNK. “Kami ingin menjamin masyarakat yang hendak mudik nanti aman dan nyaman selama di perjalanan,” tandasnya Endang.
Selain di Terminal Indihiang Kota Tasikmalaya, Endang mengaku melakukan hal yang sama ke-9 terminal utama lainnya. Seperti di Terminal Baranang Siang Bogor, Terminal Sukabumi, Terminal Depok, Terminal Bekasi, Terminal Cicaheum dan Leuwi Panjang Bandung, Terminal Guntur Garut, Terminal Banjar dan Terminal Harjamukti Cirebon.
“Dari sepuluh terminal utama (termasuk Kota Tasik) tersebut, kami akan memantau perkembangannya. Baik jumlah penumpang yang naik dan turun,” ungkapnya.
Masih di tempat yang sama, Pejabat Fungsional Penguji dari Dishubkominfo Kota Tasikmalaya Asep Hermawan menambahkan, pengecekan bus dilakukan pada bagian-bagian vital seperti lampu utama, lampu sign kanan-kiri, lampu dim dan wiper. Termasuk kondisi ban tak luput dari pemeriksaan.
“Paling utama yang dicek adalah fungsi rem. Karena rem merupakan salah satu bagian utama yang harus ada dan keadaanya harus memadai,” terang dia.
Jika adanya kekurangan ataupun kejanggalan dari salah satu fungsi teknis kendaraan, pihaknya tidak segan-segan memulangkan bus tersebut agar tak beroperasi. “Langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan dilarang beroperasi,” sebut dia. (zlf)

Mobdin Hilang, Tetap Harus Diganti

Sampai Kemarin Belum Ditemukan

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya masih mengkaji hilangnya mobil dinas Z 107 H saat digunakan Syarif Hidayat, konstituen anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Komisi II Soni Sonagar.
Menurut Kepala Bagian Aset Sekretariat Daerah Kota Tasikmalaya, Hanafi, pengkajian hilangnya mobil Toyota Innova itu dilakukan Inspektorat Daerah Kota Tasikmalaya. Data dari Inspektorat, nantinya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi untuk memutuskan besaran ganti rugi. Selain menunggu pengkajian dari Inspektorat Daerah, Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi juga menunggu hasil penyelidikan dari Polresta Tasikmalaya.
Kata Hanafi, investigasi dari Inspektorat Daerah dan penyelidikan dari Polresta Tasikmalaya akan dijadikan siapa yang nantinya harus mengganti mobil tersebut. ”Sebelumnya harus ditentukan dulu titik kesalahannya, setelah (ada, red) hasil investigasi,” ujarnya.
Kata Hanafi, kalau nantinya mobil tersebut dinyatakan hilang tetap mobil tersebut harus diganti. Karena sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara harus ada ganti rugi kepada pemerintah setiap ada yang merugikan. Ganti rugi tersebut harus sesuai dengan nilai barang yang dirugikan. “Sedangkan menetukan berapa jumlah ganti ruginya pihak majelis ganti rugi yang akan memutuskannya,” terang Hanafi.
Sementara itu petugas sekretariat pencatatan, Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendahaaraan Tuntutan Ganti Rugi, Kota Tasikmalaya, Eko Setiyono mengatakan kehilangan kendaraan tentu harus diganti oleh orang yang memiliki tanggung jawab hak memegang kendaraan itu. Besaran kerugian mobil dinas itu, kata Eko harus sesuai dengan harga mobil dipasaran, serta hasil musyawarah majelis yang menangani kasus kehilangan barang negara setelah melalui proses pemeriksaan kepolisian dan inspektorat.
"Kehilangan apapun penyebabnya yang jelas itu kelalaian orang yang memiliki hak menggunakan kendaraan dan itu harus diganti," katanya.
Lanjut Eko pihaknya belum dapat menghitung besaran kerugian yang harus diganti. Karena masih menunggu kajian investigasi dari pihak inpektorat.
"Biasanya ganti rugi dilihat dari tahun kendaraan itu, kalau terhitung mobil itu baru ya harus diganti dengan harga sesuai dengan harga mobil itu," katanya.
Seperti diberitakan Radar harga mobil yang itu senilai Rp 190 juta.
Ditempat terpisah Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Otong Koswara prihatin dengan musibah kehilangan mobil dinas yang menimpa anggotanya. Otong berharap pihak bersangkutan dapat mempertanggungjawabkannya, karena mobil tersebut merupakan barang milik negara yang harus dijaga dengan baik dan digunakan sesuai ketentuan.
"Hilangnya mobil itu diharapkan diganti, sesuai aturan dan mekanismenya. Dengan kejadian ini menjadi contoh bagi anggota dewan lainnya agar tidak kembali terjadi," kata Otong.
Sementara itu berdasarkan informasi yang diterima Radar dari Polresta Tasikmalaya bahwa sampai saat ini mobil yang hilang di halaman rumah Syarif Hidayat di Jalan Jiwa Besar No. 27 RT 03/06 Kelurahan Tuguraja Kecamatan Cihideung, Jum’at (27/8) belum juga ditemukan.
Diutarakan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Tasikmalaya AKP Anton Firmanto, SIK,  anggotanya masih menyelidiki kasus tersebut. “Anggota sedang melakukan penyelidikan. Memang hingga saat ini, kasus pencurian ini belum terungkap,” akunya kepada Radar, kemarin.
Sudah sejauhmana penyelidikannya? “Penelusuran kasus pencurian ini, kami tidak bisa terbuka, sebab ini masih rahasia. Jika ada orang yang dicurigai, takutnya pelakunya kabur,” katanya. (kim/yza)

563 PJU Mati Total

Perbaikan Hanya Cukup untuk 150 Lampu Saja

JUANDA – Ruas jalan di pusat Kota Tasik, belum sepenuhnya diterangi lampu penerangan jalan umum (PJU). Dari 2020 PJU --tersebar di Kota Tasik--, sebanyak 563 di antaranya mati total. Sejauh ini, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) tidak bisa berbuat banyak. Anggaran pemeliharaan PJU untuk tahun 2010 dianggap tidak cukup. Kabid Lalu Lintas Dishubkominfo Drs Budi Rachman MSi menganalogikan, anggaran perbaikan PJU hanya cukup untuk memperbaiki 150 PJU saja. “Perbaikan dan perawatan PJU masih terbentur anggaran,” katanya. Disampaikan Budi, kondisi ini sudah diketahui Komisi III DPRD. “Keluhan kami mendapat tanggapan positif dari Komisi III. Dan Komisi III mendukung dengan mengupayakan penyediaan anggaran untuk perawatan dan perbaikan,” tandasnya. Pada bahasan lain, Budi mengutarakan faktor penyebab PJU sering mati. Di antaranya adalah karena masa ketahanan barang karena pengaruh alam. Seperti terkena hujan, panas dan dingin. “Serta pengaruh dari tangan-tangan jahil manusia. Itu yang menyebabkan PJU cepet rusak,” jelasnya. Tak hanya itu, perawatan dan perbaikan juga berlaku pada traffic light. Budi mencontohkan, kasus terbaru yang ditangani adalah tak berfungsinya traffic light simpang Rancabango. “Minggu lalu kami memperbaiki traffic light yang mati karena error,” ungkap Budi. Mengandalkan sumber daya manusia yang ada, traffic light yang tak berfungsi normal itu telah diperbaiki. Traffic light tersebut tak berfungsi bermula dari aliran listrik. Sehingga sistem traffic light menjadi error. Imbasnya, kata Budi, arus lalu lintas sejak pagi hingga sore macet parah. “Mau tidak mau kami harus melakukan pengaturan lalu lintas secara manual dengan mengirim petugas ke sana sambil menunggu perbaikan,” ungkap dia. (zlf)

Penegerian Unsil Jangan Ada Kepentingan

TASIK – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta jangan ada kepentingan dalam penegerian Universitas Siliwangi (Unsil). Seperti urusan lahan (pembebasan), agar secepatnya dibereskan jangan sampai ada kepentingan untuk mendapatkan keuntungan. 
”Dalam penegerian Unsil jangan ada kepentingan,” sahutnya dalam sambutan kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, kemarin.
Disampaikan Heryawan, pemerintah provinsi saat ini sedang fokus pada pendidikan. Untuk itu, dengan penegerian Unsil akan menjadi upaya meningkatkan pendidikan di Kota Tasikmalaya. Gubernur menilai, majunya pendidikan secara otomatis masyarakatnya menjadi cerdas dan berkarakter.
Guru MD Terima Bantuan
Masih di bidang pendidikan, dalam kunjungan kemarin, pemerintah provinsi memberikan bantuan kepada guru madrasah diniyah (MD). Yaitu Rp 1,2 juta per guru yang mekanismenya diatur pemerintah kota. Untuk Kota Tasikmalaya menerima Rp 289.200.000 untuk 241 guru.
Uang bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kepada Wali Kota Tasikmalaya Drs Syarif Hidayat di masijd agung, kemarin.
Bantuan keuangan fasilitasi dan insentif (BKFI) ini berasal dari anggaran tahun 2010. “Ini merupakan apresiasi dan penghargaan kepada para guru yang sudah mendedikasikan diri dalam mencerdaskan anak bangsa,” ujar Heryawan dalam sambutannya.
Bersamaan pemberian untuk guru MD di Kota Tasikmalaya, gubernur turut memberikan bantuan bagi 655 guru di Kabupaten Tasikmalaya. Dana sebesar Rp 786.000.000 itu secara simbolis diterima Wakil Bupati AE Hidayat. (kim)

Pengunjung Hotel dan Tempat Wisata Bakal Meningkat

BALE KOTA - Tempat penginapan seperti hotel yang ada di Kota Tasikmalaya diprediksi bakal dipadati tamu menjelang dan setelah Lebaran nanti. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya Lukman menyatakan, persentase jumlah kunjungan tamu ini diprediksikan meningkat 30 persen dibanding Lebaran tahun lalu.
“Persentase itu kami prediksikan menurut data dari laporan pengelola hotel,” ungkap dia.
Lukman menyatakan, meningkatnya hunian hotel dikarenakan perubahan fungsi hotel saat ini. “Dulu para pribumi yang kedatangan pemudik, mau tidak mau menampung di rumahnya. Bahkan ada juga yang meminjam kamar tetangga,” guraunya. Namun kini, menurut dia, para pemudik atau perantau lebih memilih menginap di hotel.
Disampaikan Lukman, banyak pula warga Ciamis yang lebih memilih untuk menginap di hotel yang ada di Tasik. Menurut dia, Ciamis bukanlah tempat tujuan singgah. Di samping itu, Tasikmalaya merupakan kota yang banyak menyajikan beragam wisata seperti wisata keluarga, wisata belanja dan wisata rekreasi.
Data yang dihimpunnya, hingga saat ini di Kota Tasik telah ada empat hotel berbintang. Di antaranya tiga hotel bintang dua dan satu hotel bintang tiga. Kemudian ditambah 32 hotel berkelas melati. “Sehingga mampu menjadi pilihan alternatif para pemudik atau perantau yang singgah di Kota Tasik,” terang Lukman.
Menyambut kedatangan tamu-tamu tersebut, Lukman meminta pengelola hotel mengutamakan kepuasan konsumen. Nantinya, mereka bisa menjadi pelanggan yang bersifat kontinyu.
Di tempat berbeda, Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rita Melya didampingi Kasi ODTW Nanan Kusnandar menyebutkan, objek wisata yang kerap menjadi sasaran berliburan usia Lebaran di antaranya Maarif Garden, Indihiang Water Splash, Mutiara Aboh, Mangkubumi Water Park, Situ Gede dan Air Tanjung.
“Kemungkinan objek wisata yang ada di Kota Tasik akan diserbu para pengunjung pada dua hari setelah Lebaran (H+2),” ungkap Rita.
Selain itu, pendatang ke Kota Tasik bakal dimanjakan dengan beratransaksi wisata. Yaitu mencoba membatik di sentra batik di kawasan Cigeurueng, melukis Payung Geulis di kawasan Panyingkiran, membuat Kelom Geulis di kawasan Gobras, membuat tikar di kawasan Purbaratu dan border di kawasan Kawalu atau Cibeureum. “Jadi para pendatang bisa bebas memilih berbagai macam bentuk wisata di Kota Tasik,” tambah Nanan.(zlf)



Bakso Kemasan Awet Setahun

Bakso Kemasan Awet Setahun

TASIK- Tim Koordinasi Pengawasan Barang (TKB) Kabupaten Tasikmalaya terperangah saat menemukan bakso kemasan yang diklaim aman dikonsumsi hingga satu tahun sejak diproduksi.
Penemuan bakso tersebut saat TKB melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Singaparna, kemarin.
Ketua TKB, sekaligus Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya Nana Sujana mengaku kaget dengan penemuan tersebut. Sebab, berdasarkan pengamatannya, bakso dalam kemasan paling lama bisa dikonsumsi hingga 1 atau 2 bulan. Itu juga  disimpan di tempat pendingin (freezer). Sedangkan yang ditemukannya kemarin tidak disimpan di freezer.
“Kami curiga dengan adanya pedagang yang menjual bakso kemasan dengan tidak menggunakan alat pendingin,” tandas Nana.
Dia menghawatirkan bakso yang dijual seharga Rp 5.000 untuk setiap bungkusnya itu tidak aman dikonsumsi. Untuk memastikannya, Nana mengambil satu bungkus bakso yang bermerek Indo Bakso itu untuk diperiksa di Labolatorium Hasil Peternakan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat di Bandung. “Apabila terbukti memakai pengawet dan membahayakan bagi pembeli, semua barang yang beredar itu akan segera ditarik di pasaran,” ujarnya saat memimpin inspeksi mendadak (sidak) kemarin.
Nana mengaku belum bisa memastikan kandungan pengawet di dalam bakso tersebut, karena menunggu hasil dari uji labolatorium.
Hanya, Nana menjelaskan bahwa ada beberapa pengawet yang diperbolehkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Tapi tetap harus diawasi oleh Dinkes dalam penggunaanya.  Sementara  itu jenis pengawet yang dilarang, kata Nana, ada dua yaitu borak dan formalin.
Selain memiliki ambang batas aman dikonsumsi yang lama dan tempat penyimpnananya yang tidak di feezer, Nana juga mengaku curiga bahwa bakso tersebut tidak layak untuk dikonsumsi karena kemasannya yang kumal.
Malah, tak hanya kumal, kata Nana, di dalam kemasan bakso tersebut tidak disertai petunjuk pengolahan hingga bisa dikonsumsi bagi konsumen.

Sementara itu saat dimintai keterangan terkait  dilaksanaknnya sidak, Nana menjelaskanya singkat.
“Kami melakukan sidak ini untuk memberikan kualitas barang dagangan kepada para pembeli menjelang Lebaran,” kata Nana menjelaskan alasan sidak yang dilakukan timnya.
Dalam sidak kemarin, tim yang termasuk ke dalam pengawasan barang di antaranya, Polisi Pamong Praja (Pol PP), Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Dinas Kesehatan, Badan Metrologi Provinsi Jabar dan Polres Tasikmalaya.
Dikirim Sales
Sementara itu pedagang yang menjual baso kemasan (yang tidak mau dikorankan) itu mengaku barang dagangannya diperoleh dari sales yang seminggu dua kali mendatanginya.
Dia tidak mengetahui bahwa barang daganganya diduga mengandung pengawet yang berbahaya. Selain itu dia juga tidak mengetahui cara menyimpan bakso kemasan harus di dalam pendingin (freezer).  “Saya tidak tahu pak kalau baso ini mencurigakan. Saya hanya mendapatkan barang ini dari sales yang jual,” pungkasnya. (irw)

  • «
  •  Mulai 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

SELEBRITIS

Ikut Lomba Joget Balon
Kamis, 19 Agustus 2010
PERAYAAN ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia selalu identik dengan lomba. Itu juga yang terjadi di program musik Dahsyat Selasa (17/8). Pagi,... Baca selengkapnya...
Ramadan Ditemani Ibu
Kamis, 19 Agustus 2010
>> Anang HermansyahBULAN puasa ini menjadi yang kedua bagi Anang Hermansyah tanpa Krisdayanti sebagai istri. Penyanyi berusia 41 tahun itu... Baca selengkapnya...
Film Eat, Pray, Love Keok
Rabu, 18 Agustus 2010
HAMPIR sepuluh tahun setelah memenangi Oscar lewat Erin Brockovich, Julia Roberts memutuskan untuk menyisihkan statusnya sebagai bintang kelas A... Baca selengkapnya...

PENDIDIKAN

BSI Pilihan Tepat
Kamis, 19 Agustus 2010
Hadapi Era GlobalisasiTASIK – Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, keahlian dan kemampuan merupakan suatu keharusan bahkan tuntutan yang... Baca selengkapnya...
PKS Bantu Atur Lalu Lintas
Kamis, 19 Agustus 2010
TASIK - Patroli Keamanan Sekolah (PKS) merupakan salah satu jenis kegiatan ekstrakurikuler yang umum ditemui di sekolah-sekolah yang ada di... Baca selengkapnya...
STHG Targetkan Terima 150 Mahasiswa
Kamis, 19 Agustus 2010
TASIK – Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG) Tasikmalaya membuka penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2010/2011. Program yang ditawarkan... Baca selengkapnya...

Radar Tasikmalaya TV

Get the Flash Player to see this player.

time2online Extensions: Simple Video Flash Player Module

On Line

Ada 30 tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini30
mod_vvisit_counterMinggu Ini30
mod_vvisit_counterBulan Ini30
mod_vvisit_counterJumlah17864