1.000 Ayam Mati, Rumah Rusak

325
0
DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA BERSIHKAN. Warga Kampung Cisumur Desa Pusparahayu, Puspahiang membersihkan longsor di depan rumah kemarin (15/11). (Foto kanan) Camat Puspahiang Panji Permadi (kanan) memantau longsor di Desa Luyubakti.
GOTONGROYONG. Warga bersama Camat Puspahiang Panji Permadi SIP (11)

PUSPAHIANG – Hujan yang mengguyur Kabupaten Tasikmalaya Selasa (14/11) sore hingga malam mengakibatkan longsor di delapan kecamatan kemarin (15/11). Yaitu Parungponteng, Taraju, Sodonghilir, Puspahiang, Salawu, Cigalontang, Tanjungjaya dan Kadipaten.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Ria Supriana membeberkan longsor di delapan kecamatan itu menutup jalan desa di Desa Karyabakti Kecamatan Parungponteng. Memutus jembatan dan merusak tiga rumah di Desa Deudeul Kecamatan Taraju. Menimbun jalan desa di Desa Cukangkawung dan Cikalong Kecamatan Sodonghilir.
Selanjutnya, longsor mengancam tiga rumah di tebing Jalan Mangunreja-Sukaraja tepatnya di Desa Cintajaya Kecamatan Tanjungjaya. Mengancam tiga rumah di Desa Pusparahayu Kecamatan Puspahiang. Menutup kolam dan persawahan di Desa Nangtang Kecamatan Cigalontang.
Kemudian di Kecamatan Salawu, longsor mengancam jalan Desa Sundawenang dan satu rumah di Desa Salawu. Sedangkan di Kecamatan Kadipaten, longsor menimbun jalur rel kereta api di Desa Cibahayu. “Itu sudah bisa dibersihkan. Dan sudah normal kembali. Ini data sementara dari semua kecamatan belum secara tertulis. Dari hasil komunikasi lewat telepon dan pesan singkat,” kata Ria kepada Radar, kemarin.
Camat Puspahiang Panji Permadi SIP mengatakan longsor di Kecamatan Puspahiang terjadi di empat titik. Yaitu di Desa Cimanggu, Luyubakti, Puspasari dan Pusparahayu. “Ada belasan rumah terancam longsor, satu kandang ayam ambruk dan longsor menimbun jalan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” kata dia.
Pemerintah kecamatan, kata dia, sudah bekerja sama dengan desa dan relawan BPBD beserta masyarkat untuk bergotong royong membersihkan sisa longsoran. “Kami gerakkan untuk gotong royong dibantu relawan BPBD kecamatan,” terang dia.
Warga Kampung Bebedahan Desa Luyubakti Kecamatan Puspahiang Sutihat (57) menuturkan rumahnya terancam longsor karena berada di bawah tebing. “Longsornya pukul 20.00, Selasa (14/11) malam. Waktu itu hujannya besar dan tanah longsor. Untungnya tidak menimpa rumah,” jelasnya.
Jaka (67), suami Sutihat menceritakan saat itu mendengar suara gemuruh dari atas rumah. Ia keluar dan berlari mencari tempat aman. “Tebingnya tinggi tujuh meter, lebarnya sekitar 40 meteran. Rumah saya terancam longsor,” ungkapnya.
Pemilik kandang ayam asal Kampung Cilangkap Desa Luyubakti Kecamatan Puspahiang Dadan (20) mengatakan Selasa (14/11) pukul 21.00 kandanng ayamnya tertimpa longsor. “1.000 anak ayam usia dua minggu milik saya mati. Yang selamat 500 anak ayam. Kerugiannya sekitar puluhan juta,” ujarnya.
Sementara, Kepala Desa/Kecamatan Salawu Tatang Somantri mengatakan satu rumah di Desa Salawu yang terancam longsor adalah milik Hakim seorang guru PNS di Pamijahan. “Selain satu rumah, ada delapan rumah lagi yang terancam longsor. Jadi harus cepat ditanggulangi supaya tidak berakibat ke rumah-rumah warga lainnya,” paparnya.
Warga Desa Salawu, Mamun (70) mengatakan longsor di Kampung Nagrak terjadi malam hari. “Warga sempat kaget melihat rumah Hakim yang sudah longsor. Longsor di tebing ini cukup bahaya kalau tidak ditanggulangi,” jelasnya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.