1.000 Pengemudi Online Serukan 10 Tuntutan

15

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Sebanyak ribuan pengemudi ojek dan taksi online melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Grab Indonesia di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/10).

Para pengemudi yang datang sekitar pukul 13.00 WIB menyerukan sepuluh tuntutan. Untuk ojek online diketahui menyampaikan tiga tuntutan.

Anggota Presedium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono menjelaskan, tiga tuntutan dari ojek online adalah soal tarif minimal Rp 3.000 per kilometer.

‘’Sampai saat ini hanya Grab yang tidak mau sepakat atas permintaan tersebut. Sedangkan Gojek Indonesia mau menerima bila Grab juga demikian,’’ katanya.

Tuntutan yang kedua adalah perjanjian yang adil, serta yang ketiga Grab harus menghilangkan sespensi atau putus mitra sepihak tanpa ada alasan jelas. ‘’Jadi tuntutan ojek masih sama seperti sebelumnya,’’ imbuhnya.

Sedangkan massa aksi taksi online punya tujuh tuntutan. Tujuh tuntutan tersebut yaitu tarif dan skema poin yang manusiawi, stop pemotongan pajak ilegal, stop penerimaan mitra pengemudi baru, dan meminta perlindungan maksimal bagi mitra dalam hal ini pengemudi.

Selain itu, sistem open suspend bagi mitra driver online individu, stop monopoli dan diskriminasi order prioritas, dan yang terakhir yakni menginginkan bisnis transportasi online yang lebih adil dan profesional.

Akibat aksi unjuk rasa ini kemacetan pun tak terhindarkan di Jalan Rasuna Said menuju ke kawasan Menteng. Hingga pukul 15.30 WIB mereka masih menggelar aksi.

“Ya mereka masih demo,” ucap Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budiyanto.

Budiyanto menambahkan, jumlah massa aksi yang hadir tidak sesuai dengan ada pada agenda. ‘’Kalau tidak salah awalnya akan datang 3.000 orang, tapi infonya banyak yang berhalangan. Jadi hanya sekitar seribuan saja,’’ jelasnya.

Sementara itu Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, perusahaan tidak akan menoleransi dan melakukan peninjauan ulang terhadap keputusan pemutusan hubungan kemitraan (blacklist) yang telah diberlakukan kepada mitra pengemudi yang terbukti melakukan tindakan kriminal dan melanggar kode etik Grab.

‘’Keputusan ini kami ambil sebagai bentuk keberpihakan kami terhadap seluruh pelanggan setia serta ribuan mitra pengemudi Grab yang bekerja secara jujur, yang dirugikan karena tindak kecurangan yang dilakukan oleh sekelompok mitra pengemudi. Teknologi kami memungkinkan para pengemudi untuk mendapatkan penghasilan yang baik, dengan lebih efisien tanpa harus menggunakan cara-cara curang,’’ paparnya.

Ridzki menambahkan, mitra pengemudi yang saat ini menuntut open suspend tanpa syarat tersebut sebagian besar telah mendapatkan amnesti atas tindak kecurangan serupa sebanyak dua kali sejak 2017.

‘’Namun sangat disayangkan kesempatan tersebut kembali disia-siakan oleh mereka dengan melakukan kembali tindak kecurangan serupa,’’ tambahnya.

(AF/FIN)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.