1.032 Pemudik dari Zona Merah ke Pangandaran Dikarantina

93
0

PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran mencatat, selama pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sudah ada 1.032 orang menjalani karantina atau isolasi khusus. Seribuan orang itu merupakan pemudik yang datang dari zona merah Covid-19.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan selama 10 hari PSBB, sudah ada 1.032 orang yang menjalani isolasi khusus. Seribuan warga itu tersebar di 10 Kecamatan Se-Kabupaten Pangandaran.

“Sudah diangka seribuan pemudik yang diisolasi khusus. Sekarang naik karena mau Lebaran,” katanya Jumat (15/5).

Kata Nana, mayoritas warga yang pulang kampung menjelang Idul Fitri 1441 H karena tidak mempunyai pekerjaan dan tidak bisa membayar uang sewa kontrakan. Sehingga mereka memilih mudik ke Pangandaran.

“Kasusnya (pemudik, Red) kebanyakan perusahaan bangkrut, jadi tidak bisa bekerja, sehingga tidak bayar uang kontrakan. Maka mereka pilih balik ke Pangandaran,” katanya.

Baca Juga : Tas Bansos Bertuliskan Nama Bupati Pangandaran, Begini Kata KPK

Nana menambahkan pemkab tidak akan melakukan relaksasi kepada pemudik yang sedang melaksanakan isolasi khusus. Justru, pemkab akan melakukan pengetatan.

“Berdasarkan evaluasi tidak ada relaksasi kepada pemudik. Namun kita memberikan layanan hiburan seperti televisi,” ujarnya.

Para pemudik pun setiap pagi dianjurkan melakukan kegiatan olahraga dan cek kesehatan. “Alhamdulillah sampai saat ini pemudik semua tidak ada gejala Covid-19,” katanya.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran drg Yani Achmad Marzuki menyebutkan hingga Jumat (15/5), kasus terkonfirmasi Covid-19 masih satu orang dan sudah dinyatakan sembuh. Pasien dalam pengawasan (PDP) delapan orang dan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 530 orang. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.