Berangkat Juli

1.118 Calhaj Ciamis Berangkat Juli

94
H Asep Lukman Hakim

CIAMIS – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Ciamis akan memberangkatkan 1.118 calon jemaah haji (calhaj) ke Tanah Suci Makkah pada Juli 2019.

Kasi Haji Kankemenag Kabupaten Ciamis H Asep Lukman Hakim SAg menerangkan, para calhaj sudah menyiapkan diri ke Tanah Suci. Pelengkapan dokumen, cek kesehatan, pembinaan manasik dan lainnya sudah, sedang dan akan ditempuh. “Kita rencanakan yang berangkat dari Ciamis ada 1.118 calhaj dengan berbagai kloter,” ujar Asep, Minggu (15/6).

Dia menjelaskan untuk pemberangkatan pertama dari Ciamis, kloter 8 berangkat pada 7 Juli, kloter 53 pada 23 Juli, dan kloter 61 pada 24 Juli. Mereka akan berada di Makkah-Madinah selama 38 hari hingga 40 hari. “Namun, semua itu baru diperkirakan. Karena kami masih menunggu jadwal pemberangkatan,” kata dia.

Selama perjalanan hingga berada di Tanah Suci, para calhaj didampingi Tim Pemandu Haji Indonesia (TPIH), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan Tim Pemberangkatan Haji Daerah (TPHD).

Asep mengimbau para calhaj yang sudah melengkapi persyaratan dan melunasi ongkos haji untuk menjaga kesehatan. Diharapkan, calhaj mampu memahami cara beribadah haji setelah mengikuti manasik haji. “Semua calhaj harus taati semua ketentuan yang telah ditetapkan agar semua lancar,” tutur dia.

90 PERSEN REKAM BIOMETRIK

Perekaman biometrik memang tidak menjadi syarat pengajuan visa haji. Meski demikian, Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kemenag RI Nasrullah Jasam mengungkapkan bahwa tingkat perekaman biometrik tetap tinggi.

Menurut Nasrullah, saat diputuskan tidak lagi menjadi syarat pengajuan visa haji, jumlah calon jemaah haji (calhaj) yang merekam biometrik sudah tinggi. “Awalnya perekaman biometrik diwajibkan sebagai syarat visa. Tetapi, setelah 80 persen sudah biometrik, pemerintah Saudi tidak mewajibkan,” katanya kemarin.

Meski perekaman biometrik tidak lagi menjadi syarat pengajuan visa, kata Nasrullah, masih ada calhaj yang menjalaninya. Jumlahnya diperkirakan mencapai 85 persen calhaj atau setara dengan sekitar 187 ribu orang. Bagi calhaj yang belum menjalani perekaman biometrik, akan ada layanan tersebut saat berada di asrama haji. Perekaman di asrama haji dilakukan langsung oleh petugas dari pemerintah Arab Saudi bersama mitranya di Indonesia.

Dia menjelaskan, saat ini ada lebih dari 65 ribu paspor yang masuk ke kantor Kemenag pusat. Data dari paspor-paspor itu nanti dikirim ke Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah. Oleh KUH di Jeddah, data tersebut digunakan untuk mengisi pemaketan layanan haji yang disiapkan Kementerian Luar Negeri Saudi. Paket layanan haji meliputi akomodasi, transportasi, dan katering.

Hingga periode 13 Juni, masih ada 12 provinsi yang sama sekali belum mengirimkan paspor calhaj ke Kemenag pusat. Yakni, Aceh, Sumatera Utara, NTT, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Utara. Kemudian, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Papua Barat, serta Kalimantan Utara.

Sementara itu, pekan depan Kemenag RI berencana membuka pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahap keempat. Pelunasan tersebut dibuka untuk mengisi sisa kuota sebanyak 575 kursi. Namun, Kemenag RI memberikan kesempatan kepada 1.285 orang calhaj untuk melunasi BPIH tahap keempat. Sebab, 710 orang di antaranya adalah kuota cadangan.

Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Kemenag RI Mukhammad Khanif menuturkan, yang pasti memiliki kuota adalah 575 calhaj. Sementara itu, kuota cadangan bisa berangkat jika ada kuota tetap yang tidak terisi. “Bisa karena tidak melunasi atau ada pembatalan,” tuturnya. (isr/wan/ful)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.