1.206 Pekerja Dirumahkan, Pemkab Pangandaran Fasilitasi Daftar Kartu Pra Kerja

115
0
AKTIVITAS. Dinas Tenaga Kerja, Industri dan Transmigrasi Kabupaten Pangandaran terus memberikan pelayanan dan informasi soal Kartu Pra Kerja bagi tenaga kerja yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19, Rabu (22/4). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

PANGADARAN – Sebanyak 1.206 pekerja yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19 di Kabupaten Pangandaran akan segera difasilitasi untuk mendapatkan kartu pra kerja dari pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Industri dan Transmigrasi Kabupaten Pangandaran Sobar Sugema kepada Radar, Rabu (22/4).

Kata dia, pekerja yang dirumahkan mulai dari karyawan hotel, restoran dan lainnya karena pariwisata di Pangandaran ditutup sementara untuk menghindari penyebaran virus corona.

Baca juga : Pemkab Pangandaran Jangan Hanya Andalkan Pantai

“Kami sudah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk diarahkan mendaftar secara mandiri ke program Kartu Pra Kerja baik gelombang pertama dan kedua. Sekarang pendaftaran gelombang kedua sampai Kamis (23/4) pukul 16.00,” ujarnya, menjelaskan.

“Kita sampaikan kepada mereka agar karyawannya yang dirumahkan atau PHK bisa mendaftarkan diri mengikuti program Kartu Pra Kerja. Namun untuk menjaring semuanya bukan tugas kita, tapi wewenang pemerintah pusat. Tugas kita mendata dan mengarahkan untuk masuk online periode pertama dan kedua,” katanya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga mengarahkan kepada pekerja yang dirumahkan atau PHK untuk mengikuti tes. Bagi yang beruntung akan mendapatkan pengembangan kompetensi untuk para pencari kerja termasuk pekerja sektor formal dan informal yang terdampak langsung pandemi Covid-19. “Kemudian mendapatkan dana stimulan sebesar Rp 3.550.000 selama masih terdampak Covid-19,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Pem­berdayaan Masyarakat dan Desa Wawan Kustaman SPd MM menjelaskan, semua elemen masyarakat Pangandaran yang dimasukkan data untuk jaring pengaman sosial dalam penanganan virus corona akan mendapatkan bantuan voucer sembako tersebut, salah satunya karyawan hotel dan restoran.

“Insyaallah karyawan yang dirumahkan itu akan mendapatkan bantuan pemda. Makanya sekarang sedang menyisir yang belum masuk, karena diharapkan dapat ter-cover semua (bantuan voucher sembako, Red),” katanya.

Baca juga : Terdampak Covid-19, Peternak Ayam di Pangandaran Diberi Pinjaman Tanpa Bunga

Kepastiannya, kata Wawan, sedang  mengecek agar bisa divalidasi lagi. Karena ketika pihak lembaga asosiasi pengusaha mengirimkan data karyawannya diusahakan ter-cover mendapatkan jaring pengaman sosial.

“Saya coba cek terlebih dahulu di bidangnya (Dinas Sosial Pem­berdayaan Masyarakat dan Desa, Red) apakah sudah masuk atau belum. Yang jelas kalau sudah masuk datanya dapat ter-cover,” ujarnya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.