1.490 Jamaah Haji Asal Kabupaten Tasik Batal Berangkat

321
0
H SURYANA

SINGAPARNA – Ditundanya pemberangkatan ibadah haji ke tanah suci Mekkah oleh pemerintah pusat atau Kementerian Agama (Kemenag) RI mengakibatkan 1.490 jemaah haji asal Kabupaten Tasik, batal berangkat tahun ini.

Kemenag RI memutuskan pemberangkatan ibadah haji asal Indonesia ditunda hingga tahun 2021, akibat dampak wabah Covid-19.

Kasubag Tata Usaha Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, H Suryana mengatakan, berdasarkan hasil meeting zoom video conference pembahasan tentang haji antara Menteri Agama Fachrul Razi dengan Kemenag di daerah bahwa pemberangkatan ibadah haji Indonesia termasuk di Kabupaten Tasik ditunda hingga tahun 2021.

“Jadi syarat istitoah nya tidak terpenuhi atau sulit dilakukan. Pertama dari aspek keamanan diri atau pemberangkatan. Kedua aspek kesehatan, karena di Mekkah tetap akan dilaksanakan social distancing, phisycal distancing dan protokol Covid-19 lainnya,” papar Suryana, kepada Radar, Selasa (2/6).

Jadi, kata Suryana, keutamaan dalam ibadah haji tidak akan terpenuhi rukun dan syaratnya jika social distancing atau phisycal distancing dilaksanakan.

Seperti contoh dalam ibadah tawaf atau lempar jumroh, kemudian wakaf tidak bisa dilaksanakan sendiri-sendiri. Dengan menjaga jarak karena tenda-nya pun disana terbatas.

Loading...

“Maka dengan melihat kondisi seperti ini, dari aspek keamanan, kesehatan tidak terjamin. Mungkin jemaah asal Indonesia bisa sampai 120-130 ribu jemaah terbatas tetapi ini menyangkut dunia, jemaah dari mana-mana, ditengah wabah Covid-19 ini maka tidak memenuhi syarat dalam pelaksanaan ibadah haji,” ujar dia.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Tasik, H Dedi Anwar Muhtadin MPdi menambahkan hasil notulensi
konferensi pers tentang haji dari
Menteri Agama Fachrul Razi.

Pertama pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia telah berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk layanan sosial keagamaan di bidang penyelenggaraan ibadah haji.

Kedua, lanjut dia, memasuki bulan Mei, karena waktu semakin mepet. Tim fokus mematangkan dua opsi saja, yakni penyelenggaraan haji dengan pembatasan lebih kurang 50 persen, dan pembatalan keberangkatan jemaah haji.

Ketiga, protokol kesehatan mewajibkan setiap jamaah untuk memiliki sertifikat bebas Covid-19 dari pihak yang berwenang.

Keempat pemerintah tidak mungkin lagi memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan utamanya dalam pelayanan dan perlindungan jemaah.

Kelima, berdasarkan kenyataan tersebut, pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji pada tahun 1441 hijriah atau pada tahun 2020 ini.

“Dan keenam terakhir hasilnya risiko keselamatan dan kemanusiaan menjadi prioritas pertimbangan kami di masa pandemi ini, selain itu resiko ibadah yang sangat mungkin terganggu,” papar dia.

Adapun untuk jumlah kuota jemaah haji asal Kabupaten Tasikmalaya tahun 2020 yang ditunda pemberangkatan hajinya ke tahun 2021, tambah dia, ada sebanyak 1.490 orang.

(diki setiawan)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.