1.500 Pelanggan PDAM Kota Banjar Nunggak, Warga Minta Subsidi

151
0
BEKERJA. Direktur PDAM Tirta Anom Kota Banjar E Fitrah Nurkamilah ditemui di ruang kerjanya. Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Direktur PDAM Tirta Anom Kota Banjar E Fitrah Nurkamilah mengaku dampak dari mewabahnya virus corona (Covid-19) mulai terasa. Saat ini tercatat sebanyak 1.500 pelanggan menunggak pembayaran.

Jumlah pelanggan yang menunggak melonjak dibandingkan bulan sebelumnya, sebelum pandemi Covid-19. Saat itu jumlah tunggakan sebanyak 200 sampai 300 pelanggan.

Baca juga : 3 Akses Masuk Pasar Kota Banjar Dijaga Tim Covid-19

“Jumlah pelanggan yang menunggak sampai tanggal 20 April 2020 sebanyak 1.500 pelanggan. Jumlah itu naik sangat drastis jika dibanding bulan-bulan sebelumnya ketika kondisi belum terkena wabah Covid-19,” ungkap E Fitrah Jumat (24/4).

Ia tak bisa berbuat banyak untuk penagihan ke pelanggan. Dia harus berpikir dua kali. Sebab kondisi saat ini, pelanggannya banyak yang mengeluh ketidakmampuan membayar tagihan PDAM.

“Dengan kondisi saat ini yang terjadi, kami juga memberikan kelonggaran berupa penangguhan pencabutan hingga bulan Juni 2020 kepada pelanggan. Namun untuk penagihan tetap kami upayakan,” katanya.

Kata dia, tak ada solusi lain selain Pemkot Banjar mau memberikan subsidi. Skemanya, Pemkot Banjar menyuntikan subsidi dari anggaran Covid-19 untuk pelanggan PDAM yang masuk empat golongan yakni golongan sosial umum, golongan sosial khusus, golongan rumah tangga satu dan golongan rumah tangga dua.

“Jadi yang empat golongan itu mendapat subsidi air PDAM dari pemakaian 1 sampai 10 ribu meter kubik. Jika melebihi dari 10 ribu maka lebihnya dibayar pelanggan,” kata dia.

Hal itu, kata dia, diharapkan meringankan beban pelanggan. Di sisi lain, keuangan PDAM pun akan stabil, tidak akan terganggu dengan tagihan pelanggan yang macet. “Subsidi yang dibutuhkan sekitar Rp 385 juta per bulan. Itu akan mengcover sebanyak 9.500 kepala keluarga atau 55.000 jiwa pelanggan yang masuk di empat golongan. Jadi abodemennya yang disubsidi oleh Pemkot Banjar,” katanya.

Sementara itu, salah satu pelanggan PDAM Tirta Anom Kota Banjar Mulyana berharap pemerintah bisa memberikan bantuan subsidi pembayaran air PDAM layaknya listrik PLN. Kata dia, air juga menjadi kebutuhan pokok yang harus diperhatikan pemerintah.

“Jangan hanya listrik saja yang mendapat keringanan. Air juga harus menjadi perhatian pemerintah. Apalagi saat Covid-19 ini kan dianjurkan untuk selalu mencuci tangan. Kami kesulitan nanti kalau misalnya air PDAM dicabut karena tidak bisa bayar, kan repot,” kata dia.

Baca juga : Banyak Warga yang Belum Disiplin, Tim Gabungan Kota Banjar Lakukan Ini..

Hal senada disampaikan Sri Haryati, ibu rumah tangga yang sehari-hari mengandalkan air PDAM Tirta Anom. Dia mengaku uang yang biasa dibayarkan untuk tagihan air kini ia gunakan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.

“Saya pakai uangnya untuk beli makan. Anak saya yang tadinya kerja di toko, sekarang nganggur karena tokonya sudah tutup. Anak-anak yang sekolah juga karena sudah belajar di rumah jadi menambah beban pengeluaran untuk belanja karena jajan di luar sudah saya batasi. Ya intinya saya minta pemerintah bisa menggratiskan air PDAM karena kami juga terdampak Covid-19,” ungkapnya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.