1.800 Paket Sembako di Kota Banjar Ganti Penerima

161
0
SIMBOLIS. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih simbolis menyerahkan bantuan provinsi kepada warga, Jumat (10/7). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya 
SIMBOLIS. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih simbolis menyerahkan bantuan provinsi kepada warga, Jumat (10/7). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya 
Loading...

BANJAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dan uang tunai kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19. Hal itu sebagai upaya meringankan beban masyarakat yang melemahnya ekonomi saat wabah melanda.

Namun, data bantuan sosial provinsi ini banyak yang ganda, artinya calon penerima sebelumnya sudah mendapatkan bantuan dari sumber lain. Sehingga, bantuan provinsi tersebut tidak diberikan dan dialihkan kepada penerima yang belum sama sekali mendapatkan bantuan.

Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih mengatakan, memang untuk bantuan Covid-19 dari provinsi banyak yang dialihkan karena data ganda, salah alamat dan meninggal dunia.

“Yang dialihkan ada 1.800 paket sembako dari total bantuan provinsi sebanyak 2.142 paket,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/7).

Baca Juga : 5 Anggota KPK Amankan 2 Koper dari Rumah Dinas Wali Kota Banjar

Kata dia, pengalihan penyaluran bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang benar-benar belum sama sekali mendapatkan bantuan dari pemerintah. Baik pemerintah daerah, provinsi bahkan pusat.

Kemudian, kata dia, penyalurannya juga tidak hanya ke masyarakat yang belum dapat bantuan sama sekali. Melainkan ke panti asuhan, disabilitas dan dapur umum yang ada di Kota Banjar.

Loading...

“Jadi nanti disalurkan lagi ke masyarakat dalam bentuk makanan siap saji. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat meski sekarang dalam masa penerapan AKB atau new normal yang bisa beraktivitas seperti bisa, namun tetap waspada,” tandasnya.

Baca Juga : Kantor PUPRPKP & Rumdin Wali Kota Banjar Digeledah KPK, Ini Kata Jubir..

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Banjar Saifuddin menambahkan, penyaluran bansos itu pengalihan yang gagal disalurkan dan prosesnya seusai teknis dari provinsi.

“Disalurkan ke masyarakat yang ada di desa/kelurahan lainnya dengan jumlah yang terbatas tentunya karena harus merata dapat bagian,” jelasnya.

Lurah Hegarsari Krisyanto mengaku ada 21orang warganya yang benar belum sama sekali mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sehingga, bantuan pengalihan ini diberikan kepada warga tersebut yang secara simbolis oleh wali kota.

“Permintaan dari pemerintah 21 orang, jadi kita siapkan warga yang benar-benar belum pernah mendapatkan bantuan,” katanya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.