1 Dokter dan 2 WNA Terpapar, Pasien Positif Corona di Garut Jadi 9 Orang

515
1
PEMAPARAN. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman melakukan pemaparan terkait penanganan Covid-19 Di Kabupaten Garut kemarin. yana taryana / rakyat garut

TAROGONG KALER – Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut menjadi sembilan orang. Salah satu diantaranya merupakan dokter di salah satu klinik di Garut Kota.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman meminta masyarakat yang pernah memeriksakan diri ke klinik tersebut segera menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Garut untuk diperiksa dan menjalani rapid test.

Baca juga : Efek Wabah Corona, Hewan Taman Satwa Cikembulan di Kadungora Garut Terbengkalai

“Jadi bagi yang sudah berobat (di klinik tersebut) selama 14 hari ke belakang, itu melapor, nanti dites di Puskesmas atau Dinas Kesehatan,” ujarnya kepada wartawan Senin (27/4).

Sementara itu, kata dia, di antara sembilan positif Covid-19, ada dua Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler.

Keduanya warga asal Bangladesh. “Sebelumnya hasil rapid test hanya satu yang positif. Tapi setelah swab test, ternyata ada dua WNA yang positif,” ujar dr Helmi.

Loading...

Helmi telah menginstruksikan tim penanganan Covid-19 segera mengisolasi kedua WNA Bangladesh itu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut.

“Tadi pagi-pagi sudah diminta dipersiapkan (isolasi) di RSU untuk pasien yang positif, karena banyak permintaan-permintaan dari masyarakat agar tidak diisolasi di luar,” katanya.

Sebelumnya kedua WNA asal Bangladesh itu menjalani isolasi mandiri di sebuah masjid di kawasan Tarogong Kaler setelah hasil rapid test dinyatakan reaktif Covid-19.

“Kami tidak bisa mendeportasi kedua WNA ini meski izin tinggalnya sudah habis, karena dimasa pandemi Covid-19 ini ada aturan khusus hingga imigrasi memberi izin tinggal sementara. Sehingga kami mengisolasi sementara di masjid dan sekarang dipindah ke rumah sakit,” terangnya.

Sementara itu, Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut Ricky Rizki Darajat mengatakan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Garut sudah melakukan tracing dan tracking terhadap kontak erat dengan KC-07 atau dokter di salah satu klinik itu.

Sebanyak 43 orang telah dilaksanakan rapid test, semuanya dinyatakan non reaktif. “Ada beberapa orang kontak yang diambil swab untuk dilakukan pemeriksaan PCR di Bandung,” terangnya.

Ricky menambahkan, Sampai Senin (27/4) total kasus Covid-19 sebanyak 2.887 yang terdiri dari, orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 529 orang, dimana 346 masih dalam tahap observasi dan 182 selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian.

Orang Dalam pemantauan (ODP) 2.303 kasus. Terdiri dari 90 kasus masih pemantauan, 4 dalam perawatan dan 2.209 selesai pemantauan dimana 10 diantaranya meninggal.

Pasien dalam Pemantauan (PDP) sebanyak 47 kasus. Sebanyak 4 kasus dalam perawatan dan 43 kasus selesai pengawasan, dimana 8 diantaranya meninggal dunia.

Baca juga : Pasien Positif Corona di Garut Kota Bertambah 1 Orang, Kawasan Perekonomian Disemprot Desinfektan

Untuk yang positif ada 9 kasus. Terdiri 6 dalam perawatan di rumah sakit, 1 kasus isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium, 1 kasus dinyatakan sembuh dan 1 kasus meninggal.

“Untuk jumlah ODP yang terdeteksi hari ini (kemarin) di fasilitas kesehatan, yaitu sebanyak 12 kasus dan OTG sebanyak 43 kasus,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Ayo pa bupati garut dan wakil kalian In Syaa Allah bisa atasi wabah corona, kita sebagai warganya harus ikutan dengan jalan mematuhi aturan yg dikeluarkan pemerintah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.