1 Kampung di Cigedug Garut Bisa Diisolasi Mandiri, 1 Warganya Meninggal Positif Corona

1760
0
BERI KETERANGAN. Wakil Bupati dr Helmi Budiman memberikan keterangan soal antisipasi virus corona. Yana Taryana/ Radar Tasikmalaya

GARUT – Satu Kampung di Cigedug Garut bisa jadi diisolasi mandiri. Hal ini setelah salah seorang warganya meninggal positif corona.

Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman membenarkan, seorang pasien dalam pengawasan (PDP) yang sempat kabur dari RSUD dr Slamet Garut dan sudah meninggal dunia, ternyata positif Covid-19.

“Ia benar, hasil swab-nya sudah keluar dan dinyatakan positif,” ujar Helmi kepada wartawan, Selasa (21/4).

Baca juga : Pemkab Garut Bingung Tangani 2 WNA Positif Corona, Izin Tinggal Sudah Habis

Helmi menerangkan, pihaknya baru memberikan keterangan, karena hasil swab pasien laki-laki berusia 20 tahun ini baru diterima, Senin (20/4).

“Kita kirimkan swab-nya itu pada 27 Maret dan hasilnya baru keluar kemarin (senin),” ujarnya.

Dengan hasil positif ini, kata dia, pihaknya akan melakukan tracing atau pelacakan kepada warga di Kecamatan Cigedug, tempat tinggal pria yang meninggal tersebut.

Loading...

“Kemungkinannya warga di kampung itu harus isolasi mandiri. Soalnya banyak yang kontak, bisa ratusan lebih,” ujarnya.

Helmi memperkirakan, pria itu tertular dari wilayah Bogor, daerah tempatnya bekerja. Ia lalu kembali ke Garut dalam keadaan sakit.

Sementara itu, Jubir Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Garut, Ricky Rizki Darajat mengatakan, pasien tersebut memang sempat kabur dari ruang isolasi pada 28 Maret untuk pulang ke rumahnya padahal masih menjalani isolasi.

“Hari berikutnya kemudian dibawa lagi ke rumah sakit. 1 April pasien ini meninggal dunia,” ujarnya.

(yana taryana)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.