1 Kampung di Cigedug Garut Diisoli 14 hari, Kecamatan Cikajang, Bayongbong & Cisurupan akan Lakukan Ini..

354
0
dr Helmi Budiman Wakil Bupati Garut

CIGEDUG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melakukan isolasi terhadap warga satu kampung di Desa Cigedug Kecamatan Cigedug. Sebanyak 315 kepala keluarga (KK) diminta untuk isolasi mandiri atau diam di rumah masing-masing.

“Mulai hari ini (kemarin, Red) warga di kampung ini diminta isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari. Karena daerah ini sudah sebagai zona merah, karena disini ada yang positif dan meninggal,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan Rabu (22/4).

Baca juga : Ini Alasan Beberapa Desa di Garut Tolak Terima BLT

Penetapan zona merah, kata dia, karena pasien positif yang meninggal dunia itu sudah melakukan kontak bersama warga dan berkerumun dengan 41 kepala keluarga di kampung tersebut. Makanya, lanjut dia, pemerintah daerah bersama pemerintahan desa setempat sepakat melakukan isolasi kampung tersebut.

“Tentu dengan jaminan kehidupannya, kita menyiapkan minimal untuk 10 hari ke depan. Ada 315 KK yang akan diisolasi mandiri, mungkin kampung di sekitarnya juga akan dalam pengawasan ketat,” katanya.

Selain isolasi satu kampung, ada tiga kecamatan sekitar Kecamatan Cigedug yaitu Kecamatan Cikajang, Bayongbong dan Cisurupan yang akan diberlakukan kebijakan social dan physical distancing secara ketat. “Kalau di Bayongbong dan Cisurupan, memang belum ada yang reaktif, tapi pasien yang meninggal kemarin sempat dirawat di Puskesmas Cisurupan, keluarganya juga tersebar dan yang sempat menengok dan yang ikut menguburkan itu cukup banyak,” terangnya.

Loading...

Sementara itu, Camat Cigedug Mia Herlina mengakui awalnya masyarakat sempat protes saat akan dilakukan isolasi mandiri. Namun, setelah dikomunikasikan bersama aparat desa, akhirnya masyarakat secara sukarela mau mengikuti prosedur isolasi mandiri.

Baca juga : 1 Kampung di Cigedug Garut Bisa Diisolasi Mandiri, 1 Warganya Meninggal Positif Corona

“Mulai hari ini (kemarin, Red) setelah semua menerima bantuan sembako untuk 10 hari ke depan, warga harus diam di rumah, kalau ada keperluan apapun, bisa menghubungi satgas dari desa yang berjaga,” jelasnya.

Kepala Desa Cigedug Basit Abdul Kodir menuturkan masyarakat sudah siap untuk melakukan isolasi mandiri. Karena, mereka menyadari betul isolasi untuk kepentingan dirinya dan masyarakat banyak. “Kami juga bangun posko di dekat pintu masuk kampung untuk menampung bantuan. Nantinya bantuan itu akan disebarkan ke warga yang isolasi mandiri. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.