1 Napi & 2 Pegawai Lapas Tasik Positif Corona

276
0
radartasikmalaya.com
Kalapas Kelas IIB Tasik, Sulardi

KOTA TASIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya mencatat terdapat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya.

Hasil konfirmasi positif itu diketahui setelah petugas kesehatan melakukan uji usap (swab test) di lapas itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat membenarkan kasus tekonfirmasi dari dalam lapas itu.

Namun, ia belum mengungkapkan lebih lanjut jumlah kasus yang ada di dalam lapas.

“Di Lapas ada. Kita akan tracing (penelusuran) secepatnya,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Kamis (12/11) siang.

Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II B Tasikmalaya, Sulardi menuturkan, terdapat tiga orang dari lingkungan lapas yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Satu orang di antaranya adalah narapidana dan dua orang adalah petugas lapas.

Ia menjelaskan, selama ini pihaknya selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Narapidana juga diberikan masker dan disediakan sarana untuk cuci tangan di dekat sel mereka.

Selain itu, ia menambahkan, narapidana di tempatnya selalu diberi penambah daya tahan tubuh atau vitamin.

“Namun, untuk memastikan tidak ada kasus di dalam lapas, kita lakukan swab test pada 3 November. Dua hari kemudian, kita mendapatkan informasi, dari 293 penghuni lapas yang menjalani swab, ada tiga yang hasilnya terkonfirmasi Covid-19. Satu narapidana dan dua pegawai lapas,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (12/11) sore.

Sulardi menambahkan, narapidana yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 telah menjalani isolasi mandiri di kamar straf sel.

Narapidana itu juga selalu dipantau oleh tim kesehatan serta diberikan vitamin agar imunitasnya tetap tinggi.

Sementara untuk dua orang petugas lapas yang positif Covid-19 diisolasi di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Universitas Siliwangi (Unsil).

Ia menambahkan, seluruh penghuni lapas yang terkonfirmasi berstatus tanpa gejala.

“Karena secara klinis, secara fisik, dia sehat. Semua kondisi sehat,” tambahnya.

Sulardi belum mengetahui pasti sumber penularan Covid-19 di dalam lapasnya itu. Namun, ia mengatakan, dua orang petugas yang terkonfirmasi baru pulang dari Bandung.

Satu petugas memang asli Bandung, satunya lagi baru pulang berkunjung ke keluarganya di Bandung.

Selain itu, ia menambahkan dua petugas itu biasa bekerja sebagai di bagian penitipan barang yang masuk ke dalam lapas. Namun belum bisa dipastikan sumber awal penularannya.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya untuk melakukan penelusuran.

Dalam waktu dekat, para pegawai dan narapidana yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien akan menjalani uji cepat (rapid test).

“Penghuni yang satu kamar dengan narapidana positif juga tentu akan di-rapid test. Rencananya akan dilakukan seminggu kemudian,” bebernya.

Sulardi menegaskan, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dalam lapas, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemindahan narapidana.

Sebab, jumlah narapidana yang berada di Lapas Tasikmalaya telah melebihi kapasitas yang ada.

Saat ini, jumlah narapidana yang ada di Lapas Tasikmalaya berjumlah 315 orang.

Padahal, kapasitas lapas itu maksimal seharusnya hanya bisa menampung 88 narapidana.

“Kita akan pindahkan secara bertahap, tapi ini sifatnya rahasia. Itu sebagai upaya meminimalisir penyebaran. Dan akan dilakukan setelah rapid test,” tegasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.