1 Pasien Positif Bisa Menulari 32 Orang, Kasus di Kota Tasik Bertambah

3972
0

1 Pasien Positif Bisa Menulari 32 Orang, Kasus di Kota Tasik Bertambah

KOTA TASIK – Analisa Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat bahwa pasien positif Covid-19 akan mengalami lonjakan ternyata bukan isapan jempol belaka.

Sejak hari Rabu (15/4) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 mencatat 17 orang, Kamis (16/4) naik jadi 21 orang dan Jumat (17/04) naik lagi jadi 25 orang.

Hingga Minggu (19/04) pagi, angka pasien positif virus yang menggegerkan seisi jagat ini bertambah jadi 27 orang.

Kata Uus, pihaknya mengestimasi puncak Covid-19 di Kota Resik akan terjadi sepekan sebelum hari raya Idul Fitri.

Baca Juga : Kota Tasik Belum PSBB, Warga Diminta Taati Anjuran Pemerintah

“Ini yang harus kita sadari, sebelum puncak saja sudah seperti ini. Kemampuan Kota Tasikmalaya ada batasnya. Tolong patuhi anjuran pemerintah (tidak keluar rumah, tidak berkerumun, jaga jarak dll) untuk memutus rantai covid,” paparnya saat menghadiri konferensi pers di Rumah Sakit Jasa Kartini.

Loading...

Pada kesempatan yang sama, dr H Dendi Djuanda Sp PD salah seorang dokter yang menangani pasien positif, menyebut negara yang sudah sukses menekan kematian dapat dijadikan salah satu pedoman.

Seperti Singapura yang nyaris nol persen kematian dalam menanggulangi Covid-19. “Alhamdulillah di Kota Tasikmalaya ini sudah dua pasien sembuh,” syukurnya.

Menurutnya, Covid-19 yang bisa menyebar melalui droplet, apabila tertiup angin radiusnya bisa lebih dari 1,5 meter. Kemudian menempel pada permukaan.

“Maka anjuran pemerintah sudah betul harus dilaksanakan,” kata dia.
Rumus eksponensial dari penyebaran

Covid-19, kata dia, satu orang saja dapat menulari 32 orang di sekitarnya apabila yang bersangkutan dibiarkan.

Maka, berapa pasien positif yang ada harus dilacak kasusnya, orang terdekat yang kontak erat.

Baca juga : Ini Pengakuan 2 Pasien Positif Covid-19 Warga Kota Tasik yang Sembuh

“Apabila sudah jatuh stadium berat, seperti Menhub Budi Karya, akan susah ditangani di Kota Tasik. Karena keterbatasan fasilitas kesehatan dan obat-obatan. Jadi mengikuti protokol kesehatan itu sangat tepat (mencegah Covid-19),” harap Dendi.

Ia menambahkan tingginya angka orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Tasikmalaya menjadi parameter, bahwa pelacakan yang dilakukan Gugus Tugas serius dan bagus.

“Mungkin daerah lain pelacakan tak semasif Kota Tasikmalaya. Itu berartu baik melacaknya jadi mendeteksi dini,” ucapnya.

(firgiawan)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.