1 PDP Corona Warga Kabupaten Tasik Sembuh

1130
0

SINGAPARNA – Satu orang yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) corona di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes kepada wartawan, Kamis (26/3).

Kata Heru, data sampai Kamis (26/3) pukul 13.00, jumlah warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) ada 58 orang. Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah empat orang dan masih dalam perawatan di ruang isolasi khusus. “Untuk yang PDP ada tiga orang yang masih dirawat diisolasi RSUD SMC. Sedangkan satu PDP sudah diizinkan pulang (sembuh, Red) setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan. Ini hasil survei data dari DKPP dan call center Sigesit 119,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Baca juga : Grab & Pemkot Tasik Bersatu Perangi Covid-19 Melalui Gerakan #KitaVsCorona

Lanjut dia, yang berkaitan dengan informasi atau berita kasus Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya, sekarang terpusat satu titik di pusat informasi dan koordinasi Covid-19 di Setda Kabupaten Tasikmalaya. “Kami tidak bertanggung jawab atas informasi diluar yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Kami berterima kasih baik kepada puskesmas, desa dan masyarakat yang telah menyampaikan informasi dan kondisi penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Kemudian, kata dia, menyikapi informasi dari Kecamatan Cipatujah yang terdapat 244 warga dipantau karena baru pulang dari zona merah corona akan ditindaklanjuti serius. Sementara untuk informasi OPD, PDP dan positif hanya dikeluarkan satu pintu melalui Posko Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya.

“Jika ada informasi yang beredar terkait ODP, PDP bahkan positif dari luar, pihaknya tidak menanggung risikonya. Oleh karena itu, untuk selalu update data terbaru, makanya bisa menanyakan setiap harinya di posko pukul 13.00 WIB,” katanya, menjelaskan.

Lanjut dia, jika ada yang mengindikasikan warga terkena penyakit, maka disarankan melapor ke Tim Gerak Cepat Covid-19 yang ada di seluruh puskesmas se-Kabupaten Tasikmalaya. “Yang pasti kita memiliki tim gerak cepat dan itu sampai lapisan paling bawah. Makanya kita membuka jaringan,  siapa pun yang datang dari zona merah dan memiliki gejala, itu dinyatakan ODP,” kata Heru.

Sebagai antisipasi penyebaran wabah virus corona, Peme­rintah Kabupaten Tasikmalaya telah menyiapkan 20 ruang isolasi di RSUD SMC yang berstandar internasional, kemudian 20 ambulance, 4 call center dengan 68 operator yang siap melayani masyarakat 24 jam. “Termasuk kita juga sudah melakukan sterilisasi terhadap tempat umum dan pelayanan publik,” ujarnya.

Baca juga : Warga Tolak Unper Jadi Ruang Isolasi Corona, Pemkot Tasik Gunakan Rusunawa Unsil di Tamansari

Soal anggaran, kata dia, pemerintah sudah menyiapkan dari biaya tak terduga (BTT) dan dana alokasi khusus (DAK). Anggaran ini akan dipergunakan selama masa pemantauan menangani kasus penyebaran Covid-19. “Kita masih menggodok kebutuhan anggaran, masih merumuskan kebutuhan. angka belum bisa disampaikan, yang jelas kapan pun bisa kita cairkan, baik nanti kebutuhan di Dinkes dan RSUD SMC termasuk dalam semua kebutuhan penanganan Covid-19,” terang dia. (dik/obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.