1 Verona vs Inter Milan 2 Lampaui Start Mourinho

77
0
Alessandro Garofalo / REUTERS BELUM TERHENTI. Pemain Verona Antonio Caracciolo merebut bola dari pemain Inter Milan Mauro Icardi. Inter melanjutkan tren tak terkalahkan kemarin WIB.

VERONA – Kapan musim terhebat Inter Milan? Interisti, sebutan fans Inter, pasti sepakat kalau musim terhebat itu pada 2009-2010. Saat itu Inter yang ditangani Jose Mourinho meraih treble winners dengan menyapu bersih gelar Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions. Tapi, bagaimana performa Inter kala itu pada awal musim?
Ternyata, Il Nerazzurri, julukan Inter, era Luciano Spalletti lebih hebat. Kemarin WIB (31/10) Inter melanjutkan tren tidak terkalahkannya dengan membungkam Verona 2-1 di Marc Antonio Bentegodi, Verona. Sempat imbang setelah gol Borja Valero di menit ke-36 disamakan penalti Giampaolo Pazzini (59’), Inter akhirnya memungkasi laga dengan skor 2-1. Gol penentu kemenangan dilesakkan Ivan Perisic (67’).
Nah, kemenangan pada giornata kesebelas ini menorehkan catatan histori bagi Inter. Pasalnya, baru kali ini Inter mampu meraup 29 poin dalam 11 giornata pertama Serie A sejak era tiga poin kemenangan. Koleksi 29 poin hingga sebelas pekan itulah, yang belum bisa dilakukan Mourinho. Saat treble winners, dari 11 giornata, hanya 28 poin didapat.
Atau, hanya terpisah satu poin antara 11 pekan pertama Inter di era Spalletti dengan saat treble winners-nya Mourinho. “Kami sudah membahasnya sebelum laga dan kami senang kami bisa menulis histori hebat dalam sejarah Inter,” ungkap bek tengah Inter Milan Skriniar, kepada Sky Italia.
Tidak hanya menambah histori. Hasil kemarin sekaligus menjaga peluang Inter bertengger di zona Liga Champions. Inter hanya terpaut dua poin dari pemuncak klasemen sementara Napoli. Inter juga unggul satu poin dari juara bertahan Juventus dan underdog di musim ini Lazio. “Ini kemenangan yang penting,” lanjut Skriniar.
Hanya, dilansir Football Italia, Spalletti tetap merendah dan menyebut musim ini baru bergulir. “Juve masih sangat kuat, Napoli terbaik milik (Maurizio) Sarri pun bermain tidak ada duanya. Begitu pun dengan Roma yang sangat kuat, lihat juga Lazio yang mampu memberi kejutan pada siapa saja,” puji mantan pelatih Roma itu.
Tentang rekor poin bersejarah? “Okay, ini memberi warna baru dalam histori kami. Tapi, berikutnya kami harus move on dari ini semua. Kami harus tetap melaju dalam terowongan ini sampai akhir Juni sebelum kami mampu menemukan cahaya (pada akhir musim nanti, Red),” imbuh Spalletti.
Sebaliknya, kekalahan di laga kandang kemarin semakin membenamkan posisi Verona. Tim asuhan Fabio Pecchia itu baru meraih satu kemenangan dalam sebelas laga dan sudah kebobolan 24 gol. Verona kini terpuruk di peringkat 19 dengan koleksi enam poin. Meski demikian, Pecchia tak merasa tertekan. “Saya sudah merasakan kondisi seperti ini 15 bulan yang lalu,” kata Pecchia.
“Pertanyaan seperti ini (terperosok di zona degradasi, Red) juga pernah saya jawab sebelum kami promosi ke Serie A,” timpalnya. “Jawabannya juga sama. Kami akan terus bekerja keras dan jika presiden masih mempercayaiku, saya akan melanjutkan tugasku,” tandas pelatih 44 tahun itu. (ren/bas)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.