1 Wanita Warga Kota Tasik yang Positif Corona Pernah ke Jakarta & Jogja

4170
6

KOTA TASIK – Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengonfirmasi pasien pertama yang positif Covid-19 (coron)a di wilayahnya, Rabu (25/03) siang.

Dari hasil pemeriksaan riwayat perjalanan, pasien wanita itu pernah pergi ke luar kota dalam 14 hari terakhir sebelum dinyatakan positif Covid-19.

“Riwayatnya dia (yang positif corona, Red) pernah ke Jogja dan Jakarta,” katanya kepada radartasikmalaya.com.

Berita terkait : 1 Wanita Warga Kota Tasik Positif Corona, Status Naik Jadi KLB

Budi menerangkan, petugas kesehatan juga telah melakukan penelurusan warga yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien.

Sebanyak 71 orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif dinyatakan sebagai Orang dalam Pemantauan (ODP).

Lantaran diduga virus itu dibawa dari luar wilayah, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya berencana membuat posko di pintu masuk.

“Kita berencana memasang tenda di batas kota. Jadi setiap yang masuk bisa diperiksa suhu tubuhnya,” terangnya.

Ia menambahkan, Pemkot Tasik juga telah meminta Pemerintah Privinsi Jawa Barat agar daerah dapat melaksanakan rapid test atau tes secara massal kepada warga.

Namun, tes untuk sementara hanya dilakukan di daerah yang telah masuk zona merah.

Untuk sementara, Budi mengingatkan agar warga mengikuti arahan yang telah diberikan pemerintah dengan tetap di rumah dan menghindari kerumunan massa.

Jika tak ada keperluan yang sangat mendesak, lanjut dia, tidak perlu ke luar rumah, apalagi pergi ke luar kota. “Jangan sampai anggap sepele. Di rumah saja dulu,” tegasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

6 KOMENTAR

  1. Bikin posko batas kotanya ko baru sekarang2, udah kejadian baru pda riweuh..seharusnya dari pas kasus corona mewabah di jakarta udah pasang kuda2 pertahanan pemerintah kota tasik ini, kan warga tasik banyak yg kerja di jakarta, bandung, dan kota2 lainnya. Khawatir pd pulang kampung. semoga gk kadung menyebar ya Pak/Bu.Aamiin Yaa Robb

  2. kenapa pasien positif identitasnya disamarkan,,padahal kalo dibuka ke publik setidaknya orang yg pernah kontak fisik tau kalo dia pernah kontak fisik dengan pasien serta merta akan mengisolasi dirinya sendiri…
    daripada pemerintah yg melakukan tracing sementara mereka2 yg pernah kontak tidak sadar dirinya odp…
    lagian sekelas bupati,,walikota dll mereka speak up kalo mereka positif…

  3. di Jakartanya aara apa ya ? dan di Jogjanya juga acara apa ? apakah cuma singgah lalu saja atau ada pertemuan tertentu di kedua kota tersebut ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.