1 Warga Kota Tasik Langsung Diisolasi usai Nginap di Hotel Bareng WNA

1643
0
BEBERKAN. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman dan Forkopimda memberikan keterangan pers di kediamannya Jumat malam (6/3).
BEBERKAN. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman dan Forkopimda memberikan keterangan pers di kediamannya Jumat malam (6/3).

TASIK – Satu orang Warga Negara Asing (WNA) dan dua Warga Negara Indonesia (WNI) diisolasi Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Jumat (6/3). Hal ini sebagai antisipasi adanya penyebaran virus corona.

Dari informasi yang dihimpun Radar, Dinas Kesehatan memeriksa beberapa tamu di salah satu hotel di Kota Tasikmalaya. Mereka pun ditangani lebih lanjut sebagai langkah antisipasi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengatakan pihaknya mendapat laporan dari salah satu manajemen hotel terkait adanya warga asing. Pihaknya pun langsung mendatangi hotel tersebut untuk memeriksanya.

“Iya, kita dapat informasi dari pihak hotel,” ujarnya saat dihubungi Radar, Jumat (6/3).

Baca Juga : Antisipasi Corona, Pemkot Tasik Tempatkan 4 Alat Pendeteksi Suhu di Sini..

Uus mengungkapkan ada tiga yang diperiksa yakni satu pria kewarganegaraan Filipina dan dua warga asal Tasikmalaya dan Jakarta. Kepentingan mereka datang ke Tasikmalaya untuk urusan bisnis, namun dr Uus tidak menyebutkan detailnya.

“Sementara ini mereka ke sini untuk bisnis,” katanya.

Loading...

Pihaknya menjelaskan bahwa ketiga orang tersebut dikategorikan Orang Dalam Pengawasan (ODP) bukan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Karena dari segi penyakit masih tergolong tidak parah.

“Hanya demam biasa penyakitnya,”kata Uus.

Sementara ini, ketiganya diisolasi di ruangan khusus RSUD dr Soekardjo. Selanjutnya, mereka akan dilimpahkan ke Cirebon karena mereka ada yang berdomisili di daerah tersebut, berikut kepentingan dari warga asingnya.

Berita terkait : 26 Ribu Ketua RW di Jabar Pake Aplikasi Ini untuk Penanggulangan Corona

“Rencananya kita limpahkan ke Cirebon, kasihan kalau kita tahan di sini,” katanya.

Secara prosedur, sambung Uus, pengawasan terhadap ODP akan berlangsung selama 14 hari. Selama itu, ODP dan PDP harus meminimalisir kontak langsung dengan orang lain sampai ada kepastian aman dari virus corona. “Prosedurnya 14 hari,” katanya.

Upaya tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona. Maka dari itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak panik.

“Kita monitor, apalagi kalau WNA dari daerah yang terpapar,” pungkasnya.

Baca Juga : Kadinkes Pastikan Kota Tasik Bebas Corona, Warga Ciamis yang Pulang dari Timur Tengah Negatif

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman memastikan tiga orang masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP). Hal itu setelah adanya informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan RSUD dr Soekardjo.

“Kami bersama Muspida memastikan kondisinya saat ini. Informasi ada tiga orang yang dicurigai (suspect corona, Red) sebab, sebelumnya alami demam,” ujar Budi saat memberikan konferensi pers di kediamannya Jalan Bojong Kaum II Cipedes, Jumat Malam (6/3).

Dia menceritakan dua diantaranya WNA asal Tasikmalaya dan Jakarta. Satu diantaranya merupakan warga Filipina. Tim Gerak Cepat RSUD merespons ketika ada gejala yang mengarah terdampak virus corona, kemudian melakukan pemeriksaan.

“Saat ini mereka kami tempatkan di ruang isolasi di RSUD dr Soekardjo, ketiga orang itu masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP),” tuturnya.

Untuk itu, hari ini (7/3), sekitar pukul 07.00 pihaknya akan mengantarkan ketiga pasien tersebut itu ke RSUD Gunung Jati Cirebon. Meski perkembangan sejauh ini, WNA itu relatif baik, kata dia, tetap harus diantarkan ke Cirebon supaya ditangani di RSUD rujukan Jawa Barat berkenaan penanganan Corona.

“Diharapkan mereka tak keluar rumah dulu sebab masih dalam pemantauan. Sekitar jam 07.00 besok (hari ini) nanti dikirim ke Dinas Kesehatan Cirebon,” kata Budi.

Tim Gerak Cepat RSUD dr Soekardjo dr Dani menjelaskan dirinya bersama 4 dokter gabungan ahli dalam menangani ketiganya. Menurutnya, WNA tersebut baru sekitar 14 hari di Indonesia. Maka pihaknya memutuskan memasukan ke ruang isolasi.

“Saya dan dr Jefri dari TMC melihat warga ini batuk dan flu, ketika berobat di TMC maka kita tangani,” sebutnya.

Sementara dua pasien lain yang merupakan warga Tasikmalaya dan Jakarta, selama beberapa waktu ke belakang kerap bersamaan. Untuk itu keduanya dimasukan dalam pemantauan.

“Untuk yang WNA sejauh ini Kondisinya baik, ketika diperiksa tidak ada demam batuknya sekali-kali saja,” kata dia memaparkan. (igi/rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.