1 Warga Positif Corona, Pasar Wanaraja Garut Ditutup Sementara

328
0
TRACKING. Bupati Garut H Rudy Gunawan membeberkan terkait adanya warga yang positif corona. Pemkab akan segera melakukan pemetaan wilayah yang disinyalir disambangi pasien.

PEMKAB Garut akan meliburkan atau menutup sementara Pasar Wanaraja selama dua sampai tiga hari. Hal ini dilakukan setelah adanya salah satu warga postif virus corona.

“Kami liburkan sementara untuk dilakukan penyemprotan disinfektan di pasar itu,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan kemarin.

Baca juga : Pulang ke Garut, 2.500 Tukang Cukur dari Jabodetabek Harus Cek Kesehatan

Selain meliburkan pasar, pihaknya juga akan memperketat pengawasan kepada masyarakat di lima kecamatan. Secara geografis, kelima kecamatan itu berdekatan dengan lokasi pasien positif.

“Kita akan lebih ketat lagi terutama di lima kecamatan. Jangan dulu keluar rumah. Paling utama perhatikan pasar. Dari lima kecamatan hampir semuanya belanja ke pasar itu (Wanaraja). Khawatir (pasar) jadi tempat penularan,” ucapnya.

Pihaknya juga mengambil kebijakan untuk meliburkan Pasar Wanaraja. Rencananya penutupan dilakukan 2-4 April. Selama diliburkan, pasar akan disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

“Selama penyemprotan itu tak boleh terbuka. Takut kena makanan kan bahaya. Makanya ditutup untuk putus mata rantai penyebaran. Mohon masyarakat paham ini,” katanya.

Helmi menyebut sudah melakukan pelacakan kepada orang yang kontak erat dengan KC-1. Hingga kini, ada enam lokasi yang pernah disinggahi KC-1. Pihaknya juga sudah melakukan rapid test kepada 28 orang yang sudah pernah kontak dengan KC-1.

“Hasilnya sudah keluar dan negatif. Tapi kami minta untuk isolasi diri di rumah selama 14 hari. Karena statusnya tetap ODP,” ujarnya.

Social dan physical distancing harus diutamakan warga setelah adanya kasus positif. Utamanya harus tinggal di rumah sesuai anjuran pemerintah. Pihaknya juga sudah menyediakan anggaran per RW untuk penanganan virus corona.

“Apalagi malam hari saya minta tiap RW ada ronda. RW lakukan langkah preventif. Biaya gotong-royong untuk fisik sudah digeser. Bisa digunakan untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19 sebesar Rp 10 juta per RW,” ucapnya.

SIAPKAN KOMPENSASI

Pihaknya juga akan membubarkan warga yang masih berkerumun. Warga tak boleh mengadakan acara yang melibatkan banyak massa. “Kami juga akan koordinasi agar perkantoran di sekitar lokasi positif untuk tutup. Bukan hanya pasar yang akan disemprot,” terangnya.

Baca juga : Pulang dari Jakarta, 1 Warga Garut Positif Corona, Rumahnya Samping Pasar

Helmi menambahkan bagi penarik delman juga diminta tak beroperasi. Pemkab telah menyiapkan kompensasi selama tak beroperasi. “Termasuk angkot akan dibatasi. Upaya ini agar penyebarannya tidak meluas,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.