Wabup Heran Tahun 2018 Turun, Tahun Ini Naik

10 Desa di Garut Dominasi Kasus Stunting

25
0
dr Helmi Budiman

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus berupaya mengatasi masalah stunting atau kondisi dimana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan orang seusianya. Hal itu karena Garut masuk peringkat kedua penyumbang anak dengan kondisi stunting paling banyak di Jawa Barat.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengatakan terus melakukan pemantauan terhadap anak yang menderita stunting. Dari hasil riset kesehatan dasar (riskesda) yang dilakukan Dinas Kesehatan, ada 10 desa yang memiliki anak penderita stunting terbanyak.

Sebanyak 10 desa itu yakni Desa Simpang Kecamatan Cibalong, Desa Pasirlangu dan Jayamekar Kecamatan Pakejeng, Desa Girimukti dan Karangsewu, Desa/Kecamatan Leuwigoong, Desa Lembang Kecamatan Leles, Desa Padamukti Kecamatan Sukaresmi, Desa Sukarasa Kecamatan Malangbong, serta Desa Wanakerta Kecamatan Cibatu.

“Sejak 2017, sepuluh desa itu telah mendapat penanganan dari pemerintah. Kami ingin terus menekan angka stunting di Garut,” ujarnya kepada wartawan di kantornya Rabu (7/8).

Dia mengatakan salah satu wilayah yang saat ini terus dipantau adalah Desa Simpang Kecamatan Cibalong. Pada 2017, terdapat 41 anak yang masuk kategori stunting. “Kemarin saya cek jumlahnya sudah menurun. Kami terus monitor perkembangan soal stunting,” ujarnya.

Dari pemantauan, dirinya menemukan keanehan penanganan stunting di Desa Simpang. Pada 2018, penderita stunting telah menurun drastis menjadi 12 anak. Namun tahun ini, jumlahnya kembali naik menjadi 18 anak. “Kami sedang cari keanehan itu, kenapa bisa naik turun. Seharusnya kalau ada penanganan itu harusnya terus menurun,” ujarnya.

Helmi menerangkan stunting disebabkan asupan gizi yang kurang baik kepada anak, sehingga pertumbuhan anak tidak normal. Maka dari itu pihaknya terus memperhatikan asupan gizi terhadap balita penderita stunting.

Dia menambahkan penanganan stunting menjadi perhatian khusus, karena bukan hanya mengganggu pada pertumbuhan badan anak, tetapi juga perkembangan otaknya. “Kami sekarang tiap hari keliling ke daerah untuk memantau penanganan masalah stunting,” ujarnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.