10 Hari, Remaja Putri Tak Pulang

163
0
DICARI KELUARGA. Badar menunjukkan foto putrinya, Desi Lihasari yang sudah lebih dari 10 hari meninggalkan rumah. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

MANGKUBUMI – Badar (60) warga Panyingkiran RT/RW 04/01 Kelurahan Karikil Kecamatan Mangkubumi tengah gelisah. Anak bungsunya, Desi Lihasari (15) sudah lebih dari 10 hari tak kunjung pulang ke rumah. Sebelumnya, dia dijemput teman prianya.

Desi berangkat dari rumahnya pada Minggu 9 Juni 2019. Dia tidak pamit kepada orang tua maupun kakak-kakaknya. Beberapa warga sekitar memberi tahu Badar bahwa anak bungsunya itu dijemput oleh beberapa teman seumurannya.

“Katanya tiga orang. Dua laki-laki dan satu perempuan,” ungkap Badar kepada Radar, Kamis (20/6).

Setelah larut malam, Desi tak kunjung pulang ke rumah. Itu membuat keluarganya cemas. Badar berupaya menanyakan ke teman-teman anaknya yang dia kenal namun tak satu pun mengetahui keberadaan Desi.

“Teman-temannya di Tasik sudah saya datangi, yang belum itu ke Bandung sama Garut,” tuturnya.

Badar menilai teman-teman Desi yang menjemput si bungsu bukan orang baik-baik. Karena sebelum membawa keluar temannya itu seharusnya meminta izin kepadanya. “Kalau begini ya sama saja dibawa kabur,” katanya.

Bapak enam anak itu khawatir terjadi apa-apa kepada Desi. Dia berharap anak bungsunya itu senantiasa diberi keselamatan dan kesehatan. “Saya harap temannya itu segera mengantarnya pulang,” tuturnya.

Disinggung soal hubungan antara Desi dengan keluarga, menurutnya, tidak ada masalah. Bahkan sehari sebelumnya dia sempat tampil di panggung hiburan saat penyelenggaraan perpisahan sekolah.

“Makanya semua juga enggak nyangka,” terangnya.

Desi baru lulus dari sekolah tingkat pertama. Dia merencanakan untuk melanjutkan sekolah ke sekolah tingkat atas. Namun keluarga pun belum bisa mendaftarkannya karena Desi tak kunjung pulang ke rumah.

“Beberapa hari sebelumnya baru belanja perlengkapan sekolah sama ibunya, sekarang malah begini,” tuturnya.

Kakak Desi, Rini Sobariah (28) mengatakan adiknya itu tidak memegang handphone karena beberapa waktu sebelumnya hilang. Dia berkomunikasi dengan teman yang menjemputnya menggunakan handphone keponakannya. Namun saat handphone itu diperiksa, jejak komunikasi mereka sudah tidak ada. “Sepertinya langsung dihapus sebelum HP-nya dikembalikan,” ujarnya.

Saudara-saudaranya berusaha berkomunikasi dengan Desi melalui media sosial. Namun sampai kemarin belum juga ada respons dari desi. “Belum dibalas-balas,” katanya.

Diketahui terakhir meninggalkan rumah Desi mengenakan pakaian kaus lengan panjang berwarna merah muda, celana katun biru gelap dan kerudung hitam. Ciri fisiknya sendiri berkulit putih dengan badan berisi dan tinggi sekitar 150cm. Keluarga mengharap jika ada yang melihat dia untuk segera lapor ke polisi. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.