100 Guru BK SMK se-Kabupaten Tasik Ikut Program ASA, Ini Tujuannya

39
0
PEMBINAAN. Coach dan CEO Satya-Satu Visi Potensia Eki Susanto saat sosialisasi peningkatan kapasitas guru BK di SMKN Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (16/12).
PEMBINAAN. Coach dan CEO Satya-Satu Visi Potensia Eki Susanto saat sosialisasi peningkatan kapasitas guru BK di SMKN Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (16/12).
Loading...

TASIK – Sebanyak 100 guru bimbingan konseling (BK) tingkat SMK Se-Kabupaten Tasikmalaya dikenalkan dengan program Automatic Skills Analysis (ASA) dari Satya-Satu Visi Potensia (member of B-One Corporation) di SMKN Manonjaya, Rabu (16/12). Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran guru BK dalam mencetak generasi unggul.

Coach dan CEO Satya-Satu Visi Potensia Eki Susanto mengatakan, peran guru BK saat ini harus dioptimalkan, tidak lagi hanya mengurusi murid yang “nakal”, tapi justru harus mampu memetakan potensi peserta didiknya.

“Menurut riset, 87 persen mahasiswa Indonesia salah jurusan. Di mana 70 persennya disebabkan oleh pengambilan keputusan yang dilakukan orang lain,” katanya.

Masalah ini semakin meruncing dengan bergesernya waktu pemilihan karier yang sebelumnya dilakukan siswa saat lulus SMA, saat ini bergeser menjadi pemilihan karier di jenjang SMP.

“Sementara bakat yang dimiliki siswa tidak menjadi acuan dan penentu pengetahuan apa yang seharusnya dipelajari. Siswa menghabiskan waktu mempelajari hal-hal yang sudah ditentukan baku untuk kariernya,” paparnya.

Loading...

Imbasnya ketika mereka lulus, ada gap antara kompetensi siswa dengan kebutuhan industri. “Industri mengalami kesulitan memilih kandidat yang tepat dari banyaknya calon tenaga kerja yang tersedia,” ujarnya.

Untuk itu, di sinilah peran guru BK untuk bisa memetakan potensi peserta didik sedini mungkin. Salah satunya dengan program ASA. “ASA adalah sistem yang mencocokkan antara hasil tes psikologi awal, tes inventori bakat dan preferensi dengan kesesuaian peran di pekerjaan,” ujarnya.

Hal yang membedakan antara ASA dengan psikotes adalah mengenai pembacaan hasil dan konsultasi yang menggunakan dasar pendekatan Human Capital Analysis.

“ASA ini dirancang sesuai dengan standar kebutuhan industri dan didukung oleh berbagai industri untuk menjadi acuan dalam proses rekrutmen tenaga kerja yang sesuai dengan aspek soft skills dan hard skills yang dibutuhkan dunia kerja,” ujarnya.

Dengan program ASA, sambungnya, guru BK bisa memetakan potensi siswa, untuk selanjutnya di-develop dan dikembangkan sesuai kebutuhan industri dan minat bakatnya.

“Setelah dikembangkan, diperkuat (empowerment) lagi dengan sertifikasi sesuai kebutuhan profesinya. Proses terakhir yakni rekrutmen atau menyalurkan siswa ke industri,” ujarnya.

Pihaknya berharap sebanyak 147 SMK di Kabupaten Tasikmalaya bisa mulai mengoptimalkan peran guru BK dengan software ASA ini. “Guru BK harus mampu menemukan bakat, membantu merancang masa depan, memperkaya pengetahuan dan mendorong kemajuan sis­wanya,” pungkasnya. (na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.