100 Nasabah Binaan PNM di Pangandaran Dilatih Unggul

191
0

PARIGI – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membentuk Kelompok Usaha Bersama di Kabupaten Pangandaran. Sebanyak 100 masyarakat pra sejahtera diresmikan menjadi nasabah binaan produk Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera).

KUB tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata bersama Eksekutif Vice President Bisnis Unit Layanan Modal Mikro (uLaMM) Kindaris di Aula Kantor Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kamis (18/10).

“Saya sangat mengapresiasi, karena program ini sejalan dengan konsep kita dalam pengembangan wisata. Penataan sedang berlangsung, progam ini berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Mereka dilatih, diberikan modal dan dibantu pemasarannya,” tutur Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata kepada Radar.

Ia berharap masyarakat pra sejahtera bisa keluar dari zona miskin. “Peningkatan taraf hidup masyarakat ini sangat penting. Kebutuhan-kebutuhan dasar inilah yang menjadi perhatian pemerintah,” ungkapnya.

Dikatakannya, saat ini pemerintah daerah sedang fokus membangun infrastruktur, termasuk pasar untuk membantu para  pelaku UMKM dalam pengembangan produknya. “Kita terus berlari untuk membangun DOB ini menjadi kabupaten yang maju, Alhamdulillah kita kembali ditetapkan sebagai DOB terbaik, mari kita sama-sama membangun,” ujarnya.

Sementara itu, Eksekutif Vice President Bisnis Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) Kindaris mengatakan Kabupaten Pangandaran memiliki potensi dalam pengembangan usaha hasil perkebunan. “PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha memberikan pembinaan secara intensif kepada nasabah binaan yang berprofesi sebagai petani kelapa dan pengrajin gula merah di Pangandaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kindaris menjelaskan 100 nasabah binaan tersebut berasal dari dua kelompok usaha yakni 50 orang petani kelapa dari Kecamatan Parigi dan 50 orang lainnya berprofesi sebagai pengrajin gula merah di Kabupaten Pangandaran.

“Mereka akan mendapatkan pelatihan sebanyak 4 sesi dalam kurun waktu 4 bulan. Diberikan motivasi usaha serta pemetaan peluang bisnis, kemudian pelatihan untuk meningkatkan nilai jual,” tuturnya.

Dikatakannya, setelah masa pendampingan selesai, para nasabah PNM Mekaar diharapkan dapat menjadi petani kelapa dan pengrajin gula merah yang unggul dan terampil dalam menghasilkan produk turunannya. “Nantinya kita akan sinergikan dengan nasabah PNM ULaMM yang merupakan pengusaha dengan kelas usaha yang lebih besar,” ujarnya.

Dati(42), salah seorang pengrajin kelapa, warga Dusun Karang Petir RT/RW 08/01 Desa Cintakarya Kecamatan Parigi menyampaikan terima kasih kepada pihak perusahaan yang sudah membantunya. “Mudah-mudahan pelatihan ini bisa bermanfaat untuk usaha saya dan suami, sementara ini saya hanya usaha mengumpulkan sapu lidi dari daun kelapa,” ungkapnya.(nay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.