Digotong Secara Manual, Lewati Jalan Curam

100 Orang Angkut Bangkai Heli

164
0
DIGOTONG MANUAL. Potongan bangkai helikopter BO 150 M PK-EAH digotong secara manual oleh tim gabungan bersama warga sekitar, Rabu (20/3). foto-foto: DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

TASIK – Evakuasi bangkai helikopter BO 150 M PK-EAH yang jatuh di Bukit Ceuri Desa Sirnaputra Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya mulai dilakukan.

Bangkai helikopter tersebut, dilucuti di bagian badan pesawat oleh tim operator dari PT Air Transport Services (ATS) Sentul, Bogor, Rabu (20/3).

Sementara, potongan bangkai yang sudah dibongkar, kemudian diangkut secara manual oleh tim gabungan dari TNI/Polri, Lanud Wiridinata, Basarnas, BPBD dan masyarakat setempat.

Mereka melintasi lahan persawahan milik warga, dan jembatan dadakan di Sungai Cikunten Bendungan Ceuri Desa Sirnaputra, Cigalontang.

Danramil 12/12 Leuwisari Kapten Czi Rohadi menjelaskan jumlah personel tim gabungan yang dilibatkan dalam evakuasi helikopter kurang lebih sebanyak 100 orang dibantu masyarakat.

Loading...

“Alhamdulillah banyak yang membantu,” ujarnya kepada Radar, kemarin.Dari koramil sendiri, kata Rohadi, ada tiga koramil yang diterjunkan. Koramil Leuwisari, Cigalontang dan Singaparna. “Kurang lebih ada 30 orang anggota TNI turun langsung mengevakuasi bangkai helikopter, ditambah 30 orang warga,” ungkapnya.

Peran dan tugas tim gabungan, kata Rohadi, membuat jalur evakuasi dengan membangun jalan dan jembatan dadakan. “Selain itu, secara gotong royong kami mengangkut potongan bangkai helikopter,” tuturnya.

Rohadi menjelaskan sejauh ini kendala evakuasi yakni dari jalan yang dilalui ukurannya sempit, karena melewati lahan persawahan warga.

Kemudian, posisi bangkai helikopter yang berada diatas bukit, membuat potongan kecil helikopter harus digotong secara manual. Sedangkan potongan bangkai helikopter seperti bagian kepala dan ekor harus memakai katrol atau tali.

“Untuk kepala dan ekor helikopter, kita pakai tali agar menahan potongan helikopter. Jadi tidak bisa hari ini (kemarin),” tuturnya.

Kendala lain, tambah Rohadi, proses evakuasi harus melalui aliran Sungai Cikunten atau Bendungan Ceuri. Sebab ukuran sungai cukup lebar sehingga

menggunakan jembatan dadakan. “Aliran sungainya besar, tetapi tidak begitu membahayakan untuk dilalui. Tim gabungan cukup kesulitan, ketika membawa potongan helikopter. Sehingga harus dilakukan secara estafet,” paparnya.

Kapolsek Cigalontang Iptu Tudiman SH menerjunkan tujuh orang personel, ditambah dari anggota Shabara Polres Tasikmalaya sebanyak 13 orang. Serta dibantu personel dari Polsek Leuwisari sekitar 10 orang anggota. “Ya ada sekitar 30 orang dari Polri, kita ikut bantu proses evakuasi pesawat, membuat jalur, jembatan dan membawa potongan pesawat, kita maksimalkan kekuatan agar evakuasi cepat selesai,” kata Tudiman.

Ketua Tim Operator dari PT Air Transport Services (ATS) Mardiatna mengungkapkan berdasarkan hasil informasi dari tim asuransi asal Singapura, kecelakaan helikopter tersebut murni accident atau kecelakaan. “Hasil pengecekan tim asuransi, penyebab jatuhnya helikopter murni kecelakaan,” tuturnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.