102.746 Hektare Sawah Kekeringan

44
0
Ilustrasi

JAKARTA – Musim kemarau telah dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Hal ini berdampak terhadap 102.746 hektare (Ha) lahan padi mengalami kekeringan. Dari angka itu, sekitar 9.358 Ha sawah padi gagal panen atau puso.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Sumardjo Gatot Irianto mengatakan 9.358 Ha luas sawah padi yang kekeringan tidak berpengaruh signifikan pada produksi beras.

“Masih aman banget. Ini kecil sekali,” ujar Gatot di Jakarta, kemarin (8/7).

Lanjut Gatot, petani yang memiliki Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bisa mendapatkan ganti rugi dari pemerintah. Sedangkan yang tak memiliki AUTP jangan khawatir, sebab akan diberi bantuan benih. “Kalau petani padi AUTP bisa klaim. Kalau petani tidak memiliki AUTP, kita kasih bantuan benih. Tapi kalau nggak bisa tanam padi berarti kasih benih jagung dan kedelai,” kata Gatot.

Selain itu, sambung Gatot, Kementan menggandeng TNI Angkatan Darat melakukan sejumlah langkah strategi meminimalisir dampak kekeringan di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Ada dua kunci yang kita perkenalkan yang namanya mitigasi. Kita akan berupaya mengurangi risiko daerah terdampak kekeringan terutama curah hujannya kurang,” tutur dia.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy Wibowo menambahkan Kementan akan menyalurkan alat mesin pertanian atau alsintan untuk mitigasi kekeringan. “Segera akan disalurkan stok pompa ke daerah yang terdampak kekeringan,” kata Sarwo.

Upaya lain, kata dia, yaitu memanfaatkan sumber ari dimana sudah ada 11.654 unit embung pertanian dan 4.042 irigasi di dekat daerah terdampak kekeringan yang telah dibangun pada periode 2015-2018.

“Juga telah disalurkan alat pompa sebanyak 93.860 unit dan khusus daerah terdampak kekeringan 19.999 unit,” papar dia.

Menurut Sarwo, kekeringan akan berlanjut beberapa bulan ke depan. Untuk itu, dengan memanfaatkan pompa air dan potensi sumber air yang dibangun pipanisasi diharapkan dapat menyelesaikan masalah kekeringan.

“Pengamanan standing crop dilakukan dengan semua pihak sehingga terselesaikan dengan baik,” ucap Sarwo.

Bagi petani yang terdampak kekeringan, Sarwo meminta segera memanfaatkan AUTP agar bisa kembali melakukan tanam padi. “Segera lakukan pengajuan ganti rugi bagi petani yang lahan sawahnya terkena puso dan terdaftar AUTP,” pungkas Sarwo.

Data dari Kementan, sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan yakni Banten 3.464 hektare, Jawa Barat 25.416 hektare ,Jawa Tengah 32.809 hektare, Yogyakarta 6.139 hektare, Jawa Timur 34.006 hektare, Nusa Tenggara Timur (NTT) 55 hektare. (din/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.