103 Warga Tewas di Wilayah Polresta Tasik

211
0
INSIDEN. Kecelakaan lalu lintas di Jalan Mangin pada 15 Desember 2020. Polres Tasikmalaya Kota mencatat ada 300 kecelakaan dengan 103 korban jiwa sepanjang tahun 2020. DOC. RADAR TASIKMALAYA
Loading...

INDIHIANG – Sebanyak 103 warga meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota selama tahun 2020. Hal ini perlu menjadi perhatian para pengendara untuk lebih tertib dalam berlalu lintas.

Berdasarkan data Polres Tasikmalaya Kota, jumlah kecelakaan sepanjang tahun 2020 tercatat ada 300 kejadian. Ratusan insiden itu mengakibatkan 103 orang meninggal dunia, 1 luka berat dan 127 luka ringan.

Angka tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, di mana tahun 2019 terjadi 354 kecelakaan lalu lintas. Akibat kecelakaan-kecelakaan tersebut, 126 meninggal dunia, 3 orang luka berat dan 377 luka ringan.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Bayu Tri Nugraha menjelaskan ada beberapa faktor penyebab kecelakaan. Di antaranya kelalaian dan kecerobohan pengendara di jalan.

Baca juga : Pilkada Tasik, Petahana Terancam Sanksi Diskualifikasi

Loading...

“Misal ugal-ugalan atau memaksakan berkendara dalam kondisi ngantuk,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (1/1).

Soal wilayah yang rawan terjadi kecelakaan, dia menyoroti jalur Gentong. Pasalnya kawasan tersebut memiliki trek yang menurun dan menikung.

“Yang dari arah Tasik rawan mundur lagi dan menabrak yang belakang, yang dari arah Bandung pun rawan gagal melakukan pengereman,” ujarnya.

Namun demikian pada prinsipnya semua jalur memiliki kerawanan, termasuk di trek lurus dan datar. Pasalnya pengendara kerap tergoda untuk menggunakan kecepatan tinggi sehingga rawan hilang kendali.

“Apalagi kalau sedang hujan deras, jarak pandang juga jadi terbatas,” katanya.

Pihak kepolisian sudah melakukan berbagai upaya dari mulai memberi imbauan sampai penindakan. Namun ada saja masyarakat yang tetap mengabaikan keselamatan berlalu lintas.

“Penindakan di jalan bukan semata-mata memberi sanksi, tapi agar masyarakat lebih sadar akan keselamatan berlalu lintas,” terangnya.

Upaya dari Sat Lantas tentunya terbatas, hanya sekadar menerapkan tilang dengan sanksi denda. Saat ini, pelanggaran lalu lintas belum termasuk pada hukum pidana berat.

“Paling tegas ya kita lakukan tilang, kecuali kalau terjadi kecelakaan dengan yang berakibat korban meninggal,” terangnya.

Selain itu, penggunaan dan kepemilikan kendaraan bermotor masih cenderung bebas dan dipermudah. Sejauh ini tidak ada kewajiban pembeli kendaraan untuk menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Makin banyak jumlah kendaraannya, dan pengendaranya pun belum tentu punya SIM,” katanya.

Soal Pelanggaran Lalu Lintas, sepanjang tahun 2020 jumlah pelanggar tercatat 13.150 penindakan. Jumlah tersebut mengalami penurunan dari tahun 2019 dengan jumlah pelanggaran 36.675. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.