11 Hektare Sawah Alami Kekeringan

117
0
KEKERINGAN. Sawah di Desa Kertaharja Kecamatan Cijeungjing sampai Kamis (20/6) mengalami kekeringan. Petani cemas karena takut gagal panen. IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Musim kemarau sudah dirasakan oleh para petani di Kabupaten Ciamis. Salah satunya di Kecamatan Cijeungjing. Di kawasan itu 11 hektare sawah mengalami kekeringan. Para petani pun terancam gagal panen bila sawah mereka tidak mendapatkan pasokan air.

Kepala Urusan Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Desa Kertaharja Kecamatan Cijeungjing Lukman N menjelaskan hasil pendataan desa, 11 hektare sawah yang mengalami kekeringan karena pasokan air dari Sungai Cikalagen mulai berkurang.

“Makanya bila tidak hujan dalam bulan-bulan ini, sawah terancam akan tambah kekeringan dan bisa jadi masa tanam kali ini di Desa Kertaharja dipastikan gagal panen,” ujar Lukman di kantornya Kamis (20/6).

Memang kata Lukman, petani bisa menyedot air menggunakan mesin sedot. Namun biaya yang dikeluarkan petani tak sebanding dengan hasil panen. Terlebih petani memiliki sawah antara satu atau dua petak.

“Kalau nyewa pompa Rp 150 ribu per hari. Belum lagi beli bensinnya itu terlalu besar. Hasil panennya tidak bisa ditentukan bagus atau tidak. Jadi saya rasa tidak akan sebanding dengan pendapatan juga,” ujarnya,

“Semoga saja kemarau tidak kepanjangan. Kembali ada hujan sehingga sawah petani bisa terairi,” kata dia berharap.

Neneng (45), seorang petani mengaku cemas. Dia khawatir padinya gagal dipanen. Karena sawahnya seluas 190 bata sudah kering.

Saat ini dia menyedot air menggunakan pompa untuk mengairi sawahnya. Namun dia mengeluhkan biaya bensinnya. Dua jam pengoperasian pompa membutuhkan satu liter bensin. Sedangkan

air dari hasil penyedotan cepat terserap karena lahan sawah merupakan lumpur. Jadi, dia mem­butuhkan banyak air untuk mengairi sawahnya.

Di saat yang sama, usia padi yang sudah berumur 1,5 bulan, be­lum me­nun­­jukkan tanda-tan­da memiliki biji padi.

“Harapan panen kali ini bisa ter­se­­la­mat­kan, walau me­mang rugi juga ka­re­na me­nge­luar­kan biaya,” ujar Nenang di­te­mui di area pe­sa­­­wahan. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.