11 Kecamatan di Kabupaten Tasik Dilanda Banjir dan Longsor, Kakek Tewas

7587
0
radartsikmalaya.com
Tampak sebuah kendaraan roda empat terseret banjir di kawasan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/10). screenshoot radartasikmalaya.com

TASIK – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya sepanjang hari Minggu (11/10) malam hingga Senin (12/10) dini hari, mengakibatkan 11 Kecamatan dilanda banjir dan longsor.

Dampaknya, akses jalan kabupaten, kecamatan, desa termasuk rumah warga tertimpa longsor dan terendam banjir.

Bahkan, seorang lansia (kakek) warga Desa Malatisuka Kecamatan Gunungtanjung meninggal dunia akibat rumahnya tertimpa material longsor.

Koordinator Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adi Setya menerangkan, untuk data sementara bencana alam yang dihimpun TAGANA, banjir dan longsor terjadi di 11 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya akibat hujan intensitas tinggi.

Tanah longsor terjadi di Kecamatan Parungponteng di dua desa Karyabakti dan Cigunung yang mengakibatkan akses jalan tertutup, dua rumah terkena longsor dan lainnya terancam.

Kemudian, lanjut dia, banjir di Desa Girijaya Kecamatan Bojongasih yang mengakibatkan akses jalan dan rumah warga terendam.

Loading...

Longsor di Desa Mandalawangi Kecamatan Salopa yang menutup akses jalan raya Gunungtanjung-Salopa.

Banjir di Kecamatan Cipatujah di Desa Bantarkalong yang menyebabkan jalan dan rumah permukiman warga terendam.

Banjir di Kecamatan Sodonghilir Desa Sepatnunggal yang merendam akses jalan dan pemukiman warga, hingga akses jalan desa terputus.

Termasuk di Desa Cukangkawung longsor melanda hingga merusak dua rumah milik warga.

Selanjutnya, longsor di Desa Ciwarak Kecamatan Jatiwaras menyebabkan beberapa rumah warga mengalami rusak sedang dan lainnya terancam.
Longsor di Desa Sirnajaya Kecamatan Sukaraja mengakibatkan beberapa rumah terkena material longsor.

Longsor di Desa Sukamaju Kecamatan Bantarkalong yang menutup akses jalan desa. Kemudian longsor di Desa Cibalanarik Kecamatan Tanjungjaya tiga rumah terkena material longsor.

Banjir di Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal yang menyebabkan akses jalan desa dan pemukiman warga terendam sebagian.

“Dan longsor di Desa Malatisuka Kecamatan Gunungtanjung satu orang warga dilaporkan meninggal dunia dan satu rumah rusak tertimbun,” kata Jembar, kepada Radar, Senin (12/10).

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin mengatakan secara keseluruhan bencana banjir dan longsor yang terjadi di beberapa titik kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya skalanya sedang dan menengah.

“Jadi tidak berdampak begitu parah, namun masyarakat tetap dihimbau waspada karena cuaca tidak bisa diprediksi. Apalagi untuk wilayah Tasik Selatan rawan longsor dan banjir,” ungkap Nuraedidin.

Dia melaporkan bahwa dampak dari bencana alam banjir dan longsor beberapa titik akses jalan desa, kecamatan juga kabupaten dan permukiman rumah warga terendam dan tertimbun longsor.

“Ada satu warga di Desa Malatisuka Kecamatan Gunungtanjung Kakek berusia 83 tahun meninggal dunia. Informasi sementara rumahnya tertimpa material longsor,” terang dia.

Untuk sementara, jelas dia, BPBD bersama masing-masing Muspika yang terkena dampak bencana dibantu dinas terkait, masyarakat, pemerintah desa, relawan, TAGANA, TNI/Polri dan Dishub fokus terhadap penanganan bencana.

“Kami fokuskan penanganan bencana yang mengganggu aktivitas masyarakat, seperti longsor yang menutup akses jalan di Kecamatan Salopa. Kita turunkan alat berat dari dinas pekerjaan umum, untuk membersihkan material longsor, hari ini juga selesai,” kata dia.

Kemudian, lanjut dia, akses-akses jalan yang tertutup material longsor seperti di Kecamatan Cibalong dan Sodonghilir. Selain itu anggota BPBD bersama relawan bencana lainnta dilapangan juga membantu masyarakat yang rumahnya terdampak banjir.

“Untuk tanggap darurat bencana tindak lanjutnya kami BPBD akan berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya. Baik masalah penanganan akses jalan yang longsor dan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana,” jelasnya.

Sekali lagi dia menambahkan, kepada masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya tetap waspada terhadap bencana karena cuaca selama musim hujan ini tidak bisa diprediksi. Warga bisa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Kami akan pantau terus secara bergantian selama 24 jam, kondisi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Untuk mengantisipasi kondisi terburuk dampak dari intensitas hujan yang tinggi sekarang ini,” tambah dia.

(diki setiawan)

 

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.