11 Napi di Lapas Garut Positif Corona

137
0
PAPARKAN. Bupati Garut H Rudy Gunawan memberikan keterangan kepada wartawan mengenai penambahan kasus Covid-19 di Garut, Selasa (29/9). Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Sebanyak 11 orang narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Garut, yang ada di Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi positif Covid-19.

Dengan adanya penambahan kasus positif Covid-19 di Lapas ini, maka ada klaster baru penyebaran virus corona di Kabupaten Garut.

Baca juga : Ada Potensi Mega Tsunami, Pemkab Garut Perbaiki Alat Pendeteksi Tsunami

“Ada penambahan 11 orang yang positif itu dari Lapas Garut,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada wartawan, Selasa (29/9).

Menurut dia, klaster Lapas tersebut bersumber dari para narapidana yang baru dipindahkan dari Lapas Cipinang, Jakarta. Ada 20 lebih narapidana yang datang pada Jumat (25/9).

“Dari 20 lebih napi yang datang, beberapa ada yang di rapid test. Hasilnya sembilan orang dikembalikan lagi ke Jakarta,” ucapnya.

Adanya temuan kasus positif Covid-19 ini, kata dia, pihak Lapas Garut lantas meminta kepada Pemkab Garut untuk melakukan swab test kepada narapidana yang baru pindah. Hasilnya, ada 11 narapidana yang dinyatakan positif.

“Dari Lapas enggak mau ambil risiko. Setelah swab hasilnya positif. Tapi mereka belum sosialisasi dengan napi yang lain. Jadi masih diam di ruang isolasi,” katanya.

Rudy menambahkan, telah meminta para narapidana itu untuk berada di ruang isolasi. Ke 11 narapidana yang positif itu tak bisa dirawat di rumah sakit. Mereka juga tak memiliki gejala.

“Pak Kalapas sudah kontak, mau menyediakan satu tempat untuk isolasi bagi yang 11 orang itu. Nanti pengawasannya di bawah Dinkes,” ujarnya. Hari ini, tim pencegahan Covid-19 tengah melakukan tracing dan tracking di Lapas Banyuresmi. Ada 98 orang akan di-tracing untuk mencegah penyebaran virus.

“Mereka masih OTG (orang tanpa gejala), jadi masih ada di Lapas. Kalau sudah gawat baru ke rumah sakit. Akan ada penyemprotan juga di Lapas,” ucapnya.

Sementara itu, pihak Lapas Kelas II B Garut di Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi enggan memberikan keterangan terkait adanya narapidana yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Terpisah, Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita mengatakan, dengan adanya penambahan 11 orang ini di klaster Lapas Garut ini, maka jumlah kasus positif Covid-19 saat ini mencapai 243 kasus.

Dari total jumlah kasus positif itu, kata dia, satu kasus isolasi mandiri, 69 kasus isolasi dan perawatan di RSUD dr Slamet, 162 kasus sembuh dan 11 kasus meninggal.

Baca juga : Rumah Aqiqah Garut Tingkatkan Konsumsi Daging di Pedesaan

Sementara untuk total kasus Covid-19 dari mulai kontak erat, suspect, probable dan konfirmasi plus sampai hari ini sebanyak 7.822 kasus,

Dengan meningkatkan jumlah kasus Covid-19 ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk terus optimal berikhtiar agar tidak terinfeksi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.