11 Ribu Warga Kota Tasik Nganggur

64
ilustrasi

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

KOTA TASIK – Jumlah pengangguran di Kota Tasikmalaya mencapai 11.000 orang. Mayoritas masih muda. Lulusan sekolah tingkat lanjutan atas.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya Rahmat Mahmuda menjelaskan, angka 11 ribuan itu sama dengan 6,86 persen.

Hitungannya, bukan dari jumlah penduduk di Kota Tasikmalaya yang saat ini hampir 700 jiwa. Namun dari angkatan kerja.

Jumlah pengangguran sekitar 80 persen didominasi jenjang pendidikan atau lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Sisanya dari SD, SLTP dan perguruan tinggi.

Angka pengangguran sendiri setiap tahun bertambah seiring sekolah dan perguruan tinggi mencetak lulusan-lulusan. “Dan itu setelah lulus, harus dipikirkan bagaimana mereka bisa mendapatkan pekerjaan,” ujar Rahmat saat dihubungi Radar, Kamis (8/11).

Disnaker, ungkap dia, mempunyai program pelatihan skill dalam berwirausaha. Itu langkah menekan angka pengangguran. Diharapkan generasi muda menjadi wirausaha baru.

“Mencari pekerjaan PNS sudah susah. Itu salah satu upaya kita dalam rangka mengurangi angka pengangguran,” ungkapnya.

Jadi setelah diberikan pelatihan, keterampilan, keahlian serta skill baik dalam manajerial, manajemen usaha dan pengetahuan pasar usaha yang sedang bagus, nanti generasi muda ini bisa membuka usaha mempunyai karyawan dan bisa membuka lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja.

“Kita fokus kepada para calon wirausaha baru. Kita berkolaborasi juga dengan di­nas lain mencetak wirausaha baru,” jelasnya.

Sesuai dengan visi dan misi Wali Kota lima tahun ke depan, kata Rahmat, yaitu mencetak 5.000 wirausaha baru di Tasikmalaya.

“Kita kolaborasi seperti dengan dinas Indag, Dinas Pertanian yang dikoordinir oleh Bappeda. Minimal setahun 1.000 wirausaha baru bisa dicetak,” paparnya.

Selain itu, Dis­na­ker juga terus mem­berikan informasi lowongan pekerjaan di perusahaan-perusahaan besar pada website Disnaker Kota Tasikmalaya.

Menanggapi masih adanya 11 ribu warga Kota Tasikmalaya yang tuna kerja, pengamat sosial politik dan peme­rin­tahan Asep M Tamam meminta pemerintah terus menekan angka peng­angguran.

Tahap pertama yaitu menjadikan penanganan pengangguran sebagai pekerjaan rumah (terus menerus) menekan angka pengangguran.

“Kedua menekan resiko atau potensi kerawanan sosial karena banyak nya pengangguran dan ketiga membuka akses bagi para pengangguran untuk bisa mereka aktif dan agresif mencari peluang-peluang kerja,” terang Asep. (diki)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.