Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.8%

2.3%

0.2%

4.4%

19.6%

11.4%

0%

0.1%

0%

0%

DPRD Fasilitasi Presidium Pembentukan DOB Tasela dengan Pemkab

117
0
AUDIENSI. Komisi I DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Presidium DOB Tasela menggelar audiensi Kamis (16/1). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
AUDIENSI. Komisi I DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Presidium DOB Tasela menggelar audiensi Kamis (16/1). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Presidium Daerah Otonomi Baru (DOB) Tasik Selatan (Tasela) melakukan audiensi dengan Komisi I DPRD dan Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan itu dilaksanakan di ruang Serbaguna DPRD, Kamis (16/1).

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya H Demi Hamzah Rahadian memfasilitasi pertemuan pemkab dengan presidium untuk mendengarkan apa yang menjadi hambatan dalam proses pemekaran.

Dia mendorong pemerintah daerah serius mengawal pembentukan DOB Tasela.

“Dalam kurun waktu dua tahun terakhir tidak terbaca proses yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Kita berharap ada kejelasan langkah pemerintah menyukseskan aspirasi masyarakat,” ujar Demi kepada wartawan di Gedung DPRD kemarin.

 

Menurut Demi, setiap langkah seharusnya ada komunikasi yang harmonis antara eksekutif dan legislatif.

Termasuk kejelasan pembahasan anggaran untuk mengawal terwujudnya DOB.

“Kami memandang manajerial belum beres di pemerintah daerah terkait masalah suksesi DOB Tasela,” kata Demi.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H Cecep Nurul Yakin.

Dia mendorong pemerintah kabupaten melakukan langkah-langkah yang terukur dalam pembentukan DOB Tasela.

Kata Cecep, di pemerintahan harus ada yang khusus mengurus persoalan DOB Tasela.

“Artinya, perlu sustainable programnya terukur, schedule-nya pasti. Persoalan pembentukan DOB Tasela bukan hal gaib. Maka pemerintah harus segera membentuk dan memastikan personal yang mengurus keputusan politik DOB,” tegas Cecep.

Cecep berharap ke depan, eksekutif, legislatif dan presidium DOB Tasela lebih kompak.

“Saya memiliki ruangan di DPRD banyak. Silakan pakai sekretariat presidium untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi antara ketiga unsur, eksekutif, legislatif dan presidium DOB Tasela,” tambah Cecep.

Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan Ahmad Muksin SH, MH mengatakan sejauh ini pemerintah kabupaten tetap memperjuangkan pembentukan DOB Tasela.

“Kita membangun komunikasi dan konsultasi baik ke pemerintah provinsi maupun pusat. Hasil evaluasi dari pihak provinsi, mendorong pemerintah daerah untuk melakukan sejumlah penyesuaian, salah satunya kaitan dengan jumlah penduduk,” kata dia.

Disamping itu, perlu ada penyesuaian administrasi sehubungan adanya perubahan dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah ke Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Sebagai dasar hukum pembentukan DOB, maka harus ada penyesuaian usulan yang bersifat administrasi. Sebab, data yang ada di Kemendagri dan provinsi masih mengacu kepada data penduduk tahun 2015, maka pemerintah daerah akan melakukan pendataan kembali,” ujarnya.

Sekretaris Presidium DOB Tasela, Asep Saepuloh ST, MM bersama Ketua Presidium Tasela, Asep Rahmat mengaku, sudah 11 tahun ikut mendorong perjuangan pembentukan DOB Tasela.

Hingga saat ini, belum menemukan titik cerah. Pemerintah, kata dia, terkesan lambat dalam urusan DOB Tasela.

“Kita sudah jauh tertinggal dari Garut dan Indramayu, yang notabene usulannya belum lama ini disampaikan. Sedangkan kita sudah semenjak 11 tahun yang lalu,” ujar anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tasikmalaya itu.

Dia pun menilai keberpihakan pemerintah daerah terkait anggaran menyukseskan terbentuknya DOB Tasela tidak nampak.

Asep pun meminta DOB Tasela menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Sebab pemekaran bukan kepentingan politis semata, tetapi jauh lebih penting pelayanan pemerintah terhadap masyarakat.

(diki setiawan)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.