Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.4%

70%

11 Tim Medis Kota Tasik Terpapar Corona, Kluster Puskesmas Pemicu Lonjakan

12070
19

TASIK – Munculnya kluster Puskesmas Tamansari menjadi pemicu lonjakan pasien positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Kini totalnya menjadi 41 orang. Penularan pun sudah terjadi dari pegawai Puskesmas Tamansari tersebut kepada keluarganya.

Kepala Dinas Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengatakan empat kasus terbaru merupakan hasil traking dari kluster Puskesmas Tamansari.

Baca juga : BNI Syariah Tasik Tetap Buka Layanan Selama Idul Fitri 1441 H

Ada yang sesama pegawai, juga keluarga dari pegawai tersebut.

“Itu hasil tracking sementara kami, salah satunya keluarga dari pegawai Puskesmas,” ungkapnya kepada Radar yang ditemui di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (19/5).

Munculnya, kluster Puksesmas Tamansari, jelas dr Uus, berawal dari perawat yang sempat menangani pasien Covid-19 di salah satu rumah sakit swasta.

Setelah ditempatkan di Puskesmas Tamansari, barulah terdeteksi bahwa perawat itu terkonfirmasi positif Covid-19. “Kita kan ada tes berkala tim medis, ketahuannya di situ,” katanya.

Namun demikian, para pegawai terkonfirmasi positif bukan merupakan perawat yang bersentuhan langsung dengan pasien. Sehingga sementara traking hanya dilakukan di lingkungan pegawai dan keluarganya saja.

“Mudah-mudahan tidak ada yang menular ke pasien puskesmas lainnya,” ujar Uus.

Kluster Puksemas Tamansari, kata Uus, dinilai sebagai pemicu lonjakan kasus-kasus terbaru.

Sejauh ini, penambahan kasus bukan menimpa pada warga pendatang atau yang pulang dari perantauan. “Kami juga menangani warga yang pulang dari luar daerah, tapi statusnya PDP,” katanya.

Pihaknya khawatir terjadinya transmisi lokal di mana penularan di dalam kota sudah melewati tiga rangkaian.

Terlebih masih ada Orang Tanpa Gejala (OTG) yang masih diwaspadai. “Kota Tasik harus sudah mewaspadai adanya transmisi lokal,” terangnya.

Secara keseluruhan tercatat ada 11 tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, delapan paramedis (perawat) dan tiga tenaga medis (dokter).

Namun untuk tenaga medis saat ini kondisinya sudah dinyatakan sembuh. “Tenaga medis yang tiga sudah dinyatakan negatif, tinggal paramedis saja,” katanya.

Hal ini menunjukkan kehati-hatian bukan berlaku untuk warga secara umum saja. Para perawat di lembaga kesehatan juga harus waspada menjaga diri dan orang-orang di sekitarnya.

“Karena ada juga tenaga kesehatan yang bandel, harusnya isolasi mandiri tapi malah jalan-jalan,” katanya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Kota Tasikmalaya sampai Selasa 19 Mei 2020 tercatat ada 41 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. 14 orang sudah dinyatakan sembuh dan 27 lainnya masih diisolasi.

Ada pun pasien positif yang masih dalam penanganan isolasi di beberapa rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta.

Baca juga : Gempa di Pangandaran Bikin Kaget Warga Tasik

Du orang di RSUD dr Soekardjo, dua orang di RS TMC dan 24 orang di RS Hj Siti Munaroh (Yasri). “Kebanyakan memang kita tempatkan di Yarsi,” ujarnya.

Sementara itu, di masa PSBB ini aktivitas masyarakat masih tetap ramai, termasuk kawasan HZ yang paling disoroti. (rga)

loading...

19 KOMENTAR

  1. Aneh tapi nyata, motor dan mobil gak boleh masuk tapi orang2 nya sampe jln kaki berjubel dibolehkan, padahal justru yg menularkan virus itu manusianya, bkn motor nya atau mobilnya, heran juga nih aturan

  2. Saya harap tim gugus tugas covid-19 kota tasikmalaya segera lakukan evaluasi dan mengkaji kembali terhadap aturan yg sudah dilaksanakan. Psbb skarang terkesan ditutup di satu titik pindah berkumpul di beberapa titik lain

  3. Terkadang kita sebagai rakyat suka bingung dan selalu bertanya, psbb aturan apa ini??? Sudah toko tutup saja karyawannya tetap kasih gaji, itu resiko orang kaya kasih gaji ke karyawannya, sekali lagi pemerintah tolong tegas dan tindak lanjuti psbb nya di perketat lagi, kerumunan semakin banyak , berhati2.

  4. Sama saja bohong bung perpanjangan psbb ini, diperpanjang tetapi toko dan mol boleh tutup, hal ini mengundang orang2 datang berkerumun. Baiknya apapun alasannya agar bencana covid 19 cepat berakhir, kegiatan yang mengumpulkan masyarskat banyak hendaknya di stop. Memang kenyataan ini pahit, tapi akan indah pada waktunya…

  5. Ngomongnya psbb bikin gk ad penghasilan.. tu malh jajan baju lebaran.. pada banyak duit dong.. lagian kl kami dari team medis yg kena.. kalian sendiri yg bingung harus berobat kemana… #indonesiaterserah

  6. Pusing….saat semua inginkan bantuan,tapi nyatanya ke mall mereka rela berdesakan demi baju lebaran yang hanya 1hari aja, padahal kalau dipikirkan para medis sedang berjuang untuk kita,dimana hati nurani kita,yg masih saja egois memikirkan diri sendiri

  7. PSBB cuma buat motor parkir di lokasi tertentu tapi warga bebas belanja dan berkumpul di HZ dan Cihideung, sementara mau kerja ke RSJK malah ngga bisa , harus jalan kaki, lieur ini PSBB Tasik

  8. PANIC BUYING BAJU LEBARAN. Di seluruh mall Terjadi karena ulah OKB ( orang kaya bantuan) siga moal Pagih deui Jeung lebaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.