114 Santri di Pangatikan Garut Positif Corona & Diisolasi di RS

161
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi

GARUT KOTA – Bupati Garut H Rudy Gunawan menyatakan, saat ini sudah muncul klaster pesantren dan klaster keluarga penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut.

Untuk klaster pesantren, berdasarkan data dalam dua hari terakhir yakni Jumat (23/10) dan Sabtu (24/10), jumlah pasien positif dari klaster pesantren yang ada di Kecamatan Pangatikan ini mencapai 114 orang.

“Seluruh santri yang positif sudah dibawa untuk perawatan di rumah sakit,” ujar Rudy kepada wartawan, Sabtu (24/10). R

udy menyebut para santri di Kecamatan Pangatikan itu terpapar virus corona dari salah seorang santri yang berasal dari Bekasi. Santri itu datang ke pesantren dalam keadaan demam.

“Jadi dia baru datang dari Bekasi. Saat datang ke pesantren, sudah demam dan mual-mual,” ujarnya.

Setelah dilakukan swab test, santri tersebut positif Covid-18. Tim gugus tugas lantas melakukan tracing dan tracking kepada seluruh santri di pesantren tersebut.

“Hasilnya, ditemukan ada 114 santri yang positif. Semuanya sekarang sudah mulai menjalani isolasi di rumah sakit,” katanya.

Lokasi pesantren tersebut kini diberlakukan status pembatasan sosial berskala mikro (PSBM). Petugas disiagakan di lokasi untuk memantau pelaksanaan PSBM.

Terkait ketersediaan jumlah ruangan bagi pasien Covid-19, disebut Rudy hingga kini masih mencukupi. Namun jika kembali terjadi lonjakan kasus, maka kemungkinan akan kekurangan ruang perawatan.

“Kalau kurang ruangan, akan ada penambahan ruangan di rumah sakit swasta. Selain rumah sakit Medina yang kini sudah dipakai. Bisa di Intan Husadan atau Annisa Queen,” ujarnya.

Rudy menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan MUI Garut dan Kemenag Garut untuk penanganan Covid-19 di lingkungan pesantren.

“Kami minta semua pesantren untuk ditutup dulu. Biar tidak terjadi penyebaran kasus Covid-19,” ucapnya.

Baca juga : 250 Rumah Rusak Akibat Banjir di Garut Selatan Segera Diperbaiki

Terpisah, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita menerangkan, dalam 10 hari terakhir, ada penambahan kasus positif yang mengalami peningkatan cukup signifikan.

Total penambahan kasus konfirmasi positif dari mulai Kamis (15/10) hingga Sabtu (24/10) tercatat 287 orang terpapar virus corona. Angka tersebut, dari hasil testing terhadap sampel sebanyak 3.647 orang.

“Dalam 10 hari itu, 50 orang dinyatakan sembuh, dan 2 orang meninggal dunia,” ujarnya.

Menurut dia, dari jumlah kasus tersebut, kebanyakan dari klaster pesantren yang ada di wilayah Kecamatan Pangatikan. Untuk total kasus Covid-19 saat ini mencapai 619 kasus.

Dari jumlah tersebut 114 Kasus isolasi mandiri, 194 Kasus isolasi dan perawatan di rumah sakit, 296 kasus sembuh dan 15 Kasus meninggal dunia. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.