116 Ribu Warga Kota Banjar Bakal Divaksin Covid-19

43
0
VAKSINASI. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih saat menerima pendistribusian vaksin Sinovac kemarin.
VAKSINASI. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih saat menerima pendistribusian vaksin Sinovac kemarin.
Loading...

BANJAR – Vaksin Sinovac telah tiba di Kota Banjar. Total tahap pertama jumlahnya sebanyak 2.000 dosis. Sasaran utama vaksinasi adalah tenaga kesehatan. Selain itu ada 10 orang yang akan terlebih dahulu disuntik vaksin, mereka masuk daftar VVIP.

“Nanti ada 10 pejabat dan pimpinan lainnya yang akan menerima vaksin terlebih dahulu. Tinggal menunggu persetujun dari mereka, kemudian nanti ada pengecekan kesehatan juga sebelum menerima vaksin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar dr Andi Bastian, Rabu (27/1).

Sementara itu, Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih dipastikan tidak akan menerima vaksin Sinovac lantaran usianya telah melampaui 60 tahun. Vaksin itu memiliki batas usia penerima maksimal 59 tahun.

“Rencananya akan disuntikan pada 1 atau 2 Februari 2021, untuk tempat penyuntikannya bisa di rumah sakit atau di tempat lain, belum kita tentukan, yang pasti akan ada 10 pejabat dan pimpinan lainnya yang akan disuntik vaksin terlebih dahulu,” kata Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih.

Ia mengatakan vaksinasi ditarget selesai secepatnya. Namun yang menjadi prioritas adalah tenaga kesehatan. Unsur TNI Polri ASN dan pelayan publik lainnya akan dilakukan pada tahap selanjutnya. Dimungkinkan pada April 2021.

loading...

Baca juga : Masih Banyak Pelanggar Prokes di Kota Banjar

Targetkan 116 Warga Divaksin
Ade Uu Sukaesih juga mengatakan target vaksinasi di Kota Banjar untuk masyarakat umum sebanyak 116 ribu orang. Jumlah itu sekitar 70 persen dari jumlah penduduk di Kota Banjar.

“Untuk umum nanti menyusul. Mudah-mudahan 116 ribu masyarakat divaksin bisa selesai tepat waktu,” katanya. Nanti penyuntikan vaksin untuk masyarakat akan dilakukan di 10 puskesmas.

Kemudian, katanya, ada sanksi bagi masyarakat yang tidak mau menerima suntikan vaksin Sinovac. “Bagi masyarakat yang sudah terdaftar namanya tidak boleh menolak, tidak boleh menolak. Semuanya harus, wajib. Ibu juga kepengen ya, cuma usianya sudah tidak masuk. Kalau ada yang menolak vaksin, nanti kita lihat regulasinya ya,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Andi Bastian mengatakan untuk teknis vaksinasi nanti akan disiapkan empat meja. Meja pertama untuk administrasi dan pencatatan. Meja kedua ada pemeriksaan kesehatan dari dokter pemeriksa. Nantinya di meja kedua akan ditentukan apakah boleh divaksin atau tidak.

“Meja tiga itu untuk penyuntikan vaksinnya, dan meja empat untuk pencatatan dan pelaporannya,” ucap Andi. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.