12 Alat Deteksi Dini Tsunami Harus Diganti

175
0
NANA SURYANA / RADAR TASIKMALAYA LIBURAN. Empat turis asing menyusuri Pantai Pangandaran yang relatif sepi akibat banyaknya isu potensi gempa Jumat (29/12).

BNPB: Bencana Tidak Menunggu Kita Siap
PARIGI – Tim Monitoring dan Evaluasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berharap pengurangan risiko bencana di Kabupaten Pangandaran terus ditingkatkan. Terutama wilayah-wilayah yang menjadi titik rawan.
“Setelah kita petakan, wilayah Pangandaran memang merupakan daerah rawan gempa dan tsunami. Sehingga persiapan-persiapan selanjutnya harus lebih baik. Termasuk keberadaan alat deteksi tsunami,” ungkap Ketua Tim Monev BNPB Prof H Sarwidi saat berkunjung ke Pusdalops Penanggulangan Bencana DPKB Pangandaran Jumat (29/12).
Dikatakannya, saat ini ada 12 alat deteksi dini tsunami atau Tsunami Early Warning Sistem (TEWS) yang tidak berfungsi di Pangandaran. Alat itu harus segera diganti dengan yang baru agar deteksi dini bencana bisa maksimal. “Perlu ada penggantian peralatan secepatnya, karena bencana tidak menunggu kita siap. Ini yang perlu diperhatikan bersama,” tegasnya.
Menurut dia, Kabupaten Pangandaran harus memiliki sistem penanganan bencana yang baik agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung. Dia juga mengingatkan pentingnya melakukan penguatan kapasitas, baik oleh pemerintah, masyarakat maupun swasta terkait kebencanaan. Kemudian, ketersediaan rambu-rambu jalur evakuasi juga harus diperbanyak. Terutama di wilayah rawan. “Masyarakat juga perlu dilatih, sehingga nantinya mereka tahu apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Nana Ruhena mengakui jumlah TEWS yang dipasang di Pangandaran mencapai 14. Tapi, hanya dua yang masih berfungsi. “Sebagian rusak karena ada komponen yang tidak berfungsi,” tuturnya.
Idealnya, kata dia, dibutuhkan sekitar 30 TEWS. Mengingat, panjang Pantai Pangandaran mencapai 93 kilometer. Sementara, dalam kunjungannya, tim monev BNPB juga berdialog dengan para relawan yang aktif dalam kegiatan rehab rekon pasca gempa dua pekan lalu. Sejumlah relawan yang hadir diantaranya FKDM Batukaras, FKDM Legokjawa, FKDM Ciganjeng, FKDM Babakan, OCC, MDMC, Tagana, AMS Rescue, TKSK, SOG Rescue dan POTSAR Pangandaran. (nay)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.