12 Atlet Surfer Pangandaran Menjadi Korban Tsunami

375
Nana Suryana/ Radar Tasikmalaya SELAMAT. Para atlet surfer asal Pangandaran menjadi korban tsunami di Pantai Carita. Beruntung semuanya kini dalam kondisi selamat Minggu (23/12).

Batukaras Surfer Club (BSC) menginformasikan 12 atlet surfing asal Batukaras Kabupaten Pangandaran menjadi korban tsunami di Pantai Carita, Banten.

Seluruh korban selamat dan saat ini mengungsi di rumah warga setempat.

“Kami mendapatkan informasi duka, rekan-rekan kami yang sedang mengikuti kontes surfing menjadi korban tsunami, sempat terseret arus. Alhamdulillah semuanya selamat, hanya kendaraan yang rusak diterjang air pasang,” tutur Regang, Humas BSC kepada Radar, Minggu (23/12).

Dia menjelaskan BSC mengirimkan atlet untuk mengikuti lomba Carita Surfing Festival 2018. Mereka adalah Yoga permana(17), Erik Firmansyah(16), Anton(12), Supriadi(24), Riki Fauzi(18), Ega Permana(16), Ari Regina(16), Fito(15), Asep Yoga(20), Arin Riatna(22), Agung Apo(30) dan Gilang Marifatulloh(30).

Regang menceritakan kejadian ber­awal saat rombongan akan pulang usai pem­bagian hadiah sekitar pukul 21.00. “Mereka pamitan  untuk cepat-cepat pu­lang mengingat perjalanannya sangat jauh, namun tiba-tiba ombak datang meng­hantam tanpa diawali adanya tanda tsunami seperti pada umumnya,” kata dia.

Dikatakannya, satu orang atlet sempat terjebak di dalam mobil karena berusaha menyelamatkan kendaraan yang dikemudikan. “Gilang sempat terjebak, sementara anak-anak yang lain bergegas menyelamatkan diri. Dia malah berusaha menyelamatkan mobilnya sampai terbawa arus dan nyangkut di pohon. Kemudian Gilang berenang dan berusaha melawan arus sekitar 20 menit tapi berhasil menyelamatkan diri,” tuturnya.

Saat ini seluruh surfer, kata dia, tinggal di rumah warga yang lebih aman, tepatnya di Kampung Situ Kadupayung RT/RW 02/03 Menes. “Mereka kehabisan perbekalan, Alhamdulillah ada warga yang baik, namun kami butuh bantuan untuk memfasilitasi mereka pulang,” ungkapnya.

Air Laut Normal

Tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda meliputi wilayah Kabupaten Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang, Minggu (22/12/) malam tidak berdampak terhadap pariwisata di Pangandaran. Kondisi Pantai Pangandaran pun terpantau normal.

“Tadi malam kita langsung mengerahkan anggota Tagana, khususnya yang ada di wilayah pesisir untuk memantau kondisi air laut, Alhamdulillah terpantau normal, tidak ada fenomena air naik, jadi kami tegaskan Pangandaran aman,” tutur Aang Sutarman, Pembina Tagana Kabupaten Pangandaran kepada Radar.

Dikatakannya, masyarakat Pangandaran ju­ga tetap tenang dan tidak terpengaruh. “Ang­gota kami berpatroli di wilayah pantai, sua­sana kondusif, tidak ada warga yang panik karena air laut juga normal,” ujarnya.(nay)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.