12 Bayi di Ciamis Positif HIV/AIDS, Begini Kata Dewan..

92
0

CIAMIS – Anggota Komisi D DPRD Ciamis Yogi Permadi mengaku miris dengan adanya 12 bayi yang terkena HIV/AIDS di Kabupaten Ciamis. Mereka tertular oleh orang tuanya.

“Saya sedih melihat kondisi seperti ini. Tentunya ini harus menjadi perhatian semua pihak agar bisa menekan yang namanya penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Ciamis,” ujarnya Rabu (18/11).

Di masa pandemi ini, kata Yogi, penanganan kasus HIV/AIDS jangan dilupakan karena sama-sama berbahaya dan belum ditemukan obatnya.

“Kami berharap pemerintah juga harus konsen dalam melakukan sosialisasi mengenai persoalan bahaya HIV/AIDS tersebut,” kata dia.

Baca juga : Mayat Misterius di Sungai Citanduy Ciamis Masih Dicari Tim Gabungan

Kepala Bidan Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dr Eni Rochaeni menjelaskan, bayi-bayi itu tertular dari ibunya. Sedangkan sang ibu tertular dari suami yang ”jajan” di luar atau pengguna narkoba suntik.

“Makanya saya ingatkan dua hal ini yang bisa membahayakan. Harus dihindari,” ujarnya mengajak.

Bila mengetahui ada orang yang terjangkit HIV/AIDS, kata Eni, jangan dikucilkan. Tapi harus diberikan motivasi agar bisa bangkit.

“Jadi jangan jauhi orangnya tapi penyakitnya. Makanya upaya kami terus melakukan sosialisasi terus mengenai bahaya HIV/AIDS di Kabupaten Ciamis dengan melibatkan berbagai pihak,” ujarnya.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Ciamis (Stikes Mucis) H Dedi Supriadi SSos SKep Ners MMKes menjelaskan ada beberapa penyebab orang terjangkit HIV/AIDS.

Diantaranya, bisa karena berperilaku hidup tidak sehat (seks bebas dan menggunakan narkoba suntik), jauh dari agama dan kurang pengetahuan soal bahaya HIV/AIDS.

Untuk mengatasi hal itu, dia menyarankan agar dilaksanakan sosialisasi yang gencar tentang bahaya HIV/AIDS melibatkan berbagai pemangku kebijakan dan tokoh agama, karena tokoh agama ada kaitannya dengan perilaku sehat.

Bagi yang memiliki keagamaan kuat, maka itu akan menjadi benteng untuk tidak melakukan berhubungan di luar nikah dan ganti-ganti pasangan.

“Saya miris sekali karena bayi jadi korban, akibat perilaku ortunya, makanya harus ditekankan adalah mengenai persoalan norma agama agar menjadi benteng untuk mengubah perilakunya,” ujarnya.

Sebelumnya, sejak 2001-2020, Dinas Kesehatan Ciamis mencatat jumlah kasus HIV sebanyak 562. Mereka terdiri anak-anak, pemuda, orang tua hingga ibu rumah tangga. Bahkan dalam kurun tahun 2014- Juni 2020 ada 18 ibu hamil yang terinfeksi penyakit menular itu.

Data tersebut disampaikan Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM berdasarkan data Dinkes Ciamis. Bupati mengaku kaget atas data tersebut karena sekarang di Ciamis HIV bukan hanya diidap orang dewasa, tapi ibu-ibu hamil dan anak-anak.

“Makanya kami mengajak kepada seluruh stakeholder untuk ikut mengampanyekan terkait dengan HIV/AIDS, karena ini menjadi tanggung jawab bersama, orang tua memperhatikan pergaulan anaknya,” ujar Herdiat di Aula PKK Ciamis Jalan Jenderal Sudirman Selasa siang (17/11).

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dr Eni Rochaeni menjelaskan, kondisi kasus HIV/AIDS di Ciamis cukup mengkhawatirkan, karena dari 18 ibu hamil yang positif HIV itu menularkan kepada 12 bayinya. Sampai saat ini hanya 3 anak yang masih hidup. Bahkan Kamis lalu seorang bayi meninggal. Dia lahir dari ibu positif HIV. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.