12 Bayi di Ciamis Terpapar HIV/AIDS dari Ibunya, 9 Meninggal

48
0

CIAMIS – Sejak 2001-2020, Dinas Kesehatan Ciamis mencatat jumlah kasus HIV sebanyak 562.

Mereka terdiri anak-anak, pemuda, orang tua hingga ibu rumah tangga. Bahkan dalam kurun tahun 2014- Juni 2020 ada 18 ibu hamil yang terinfeksi penyakit menular itu.

Data tersebut disampaikan Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM berdasarkan data Dinkes Ciamis. Bupati mengaku kaget atas data tersebut karena sekarang di Ciamis HIV bukan hanya diidap orang dewasa, tapi ibu-ibu hamil dan anak-anak.

“Makanya kami mengajak kepada seluruh stakeholder untuk ikut mengampanyekan terkait dengan HIV/AIDS, karena ini menjadi tanggung jawab bersama, orang tua memperhatikan pergaulan anaknya,” ujar Herdiat di Aula PKK Ciamis Jalan Jenderal Sudirman Selasa siang (17/11).

Bupati mengajak semua pihak berkolaborasi memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya HIV/AIDS. Itu agar kasus HIV/AIDS tidak terus bertambah.

Baca juga : 172 Ponpes di Ciamis Deklarasi ISANU

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dr Eni Rochaeni menjelaskan, kondisi kasus HIV/AIDS di Ciamis cukup mengkhawatirkan, karena dari 18 ibu hamil yang positif HIV itu menularkan kepada 12 bayinya.

Sampai saat ini hanya 3 anak yang masih hidup. Bahkan Kamis lalu seorang bayi meninggal.Dia lahir dari ibu positif HIV.

Makanya, dalam mencegah penularan dan kematian bayi akibat tertular HIV dari ibunya, Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS Ciamis menggelar promosi bulan tes HIV pada ibu hamil dari 18 November-18 Desember 2020.

“Karena penularan HIV terjadi pada kehamilan, proses melahirkan maupun menyusui,” ucap Eni usai acara.

Pada bulan ini, kara Eni, ibu hamil harus melakukan pemeriksan HIV/AIDS di puskesmas. Akan lebih bagus, pemeriksaan dilaksanakan kepada ibu hamil trimester pertama, karena bila terindikasi bisa lebih mengefektifkan ARV.

Dengan begitu, pengobatan selama 6 bulan kepada ibu hamil itu bisa menurunkan risiko penularan HIV/AIDS kepada bayi.

Bagi wanita produktif yang telah terinfeksi HIV, disarankannya menunda kehamilan sampai jumlah virusnya tidak terdeteksi. Maka, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Agama melalui KUA melakukan pemeriksaan pada calon pengantin yakni tes HIV/AIDS .

“Upaya kami melakukan itu agar terdeteksi sebelum pernikahan apakah memang terkena HIV atau tidaknya, makanya ini sangat penting dilakukan,” ujarnya.

Lalu dari mana para perempuan itu tertular HIV/AIDS? Menurut Eni, rata-rata para perempuan itu tertular HIV dari pasangannya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.