12 KK Meninggalkan Rumah

148
0

SINDANGKASIH – Sekitar 12 kepala keluarga (KK) di Dusun Cireong dan Dusun Walahir Desa Sukaresik Kecamatan Sindangkasih diungsikan setelah kawasan tempat tinggalnya diterjang longsor.

Dadang alias Kobra (42), tokoh masyarakat Desa Sukaresik menerangkan semua korban itu mengungsi ke tempat tinggal saudaranya. Mereka harus meninggalkan rumah masing-masing lantaran longsor yang menerjang wilayah tersebut pada Kamis hingga Minggu (8-11/11) cukup parah. Bahkan tidak sedikit rumah yang tertimpa pohon besar. “Khawatir terjadi longsoran susulan jadi mengungsi. Mengingat hujan semakin deras,” ucap Dadang kepada Radar, Minggu (11/11).

Kemarin, warga bersama anggota Tagana, kata dia, berjibaku mengevakuasi para pengungsi serta membersihkan material longsor dan pohon-pohon tumbang. Pohon-pohon yang roboh ini selain menimpa rumah, juga menutup jalan dan memutuskan kabel jaringan listrik. Akibatnya mati lampu. “Kami bersama warga saat ini meningkatkan kewaspadaan. Karena takut juga Sungai Cireong terjadi luapan makanya dimonitor terus,” paparnya.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Ade Waluya menjelaskan setelah hujan mengguyur Ciamis, laporan bencana sejak Kamis terus bermunculan. Daerah yang tercatat terdampak longsor itu di antaranya Kecamatan Panumbangan satu rumah, Cihaurbeuti empat rumah, Sindangkasih 12 KK, Sadananya tepatnya di Dusun Cikatomas Desa Gunungsari ada satu rumah milik Darojat (45) dan di Cikoneng tepatnya di Desa Nasol, satu rumah milik Ujang. Ada pula satu rumah milik Pardi (50) ambruk. “Kami sejak malam Minggu hingga Minggu pagi kerahkan sebanyak 10 orang ikut melakukan evakuasi dari motong pohon serta membereskan material longsoran,” jelas Ade.

Dia bersyukur bencana yang bertubi-tubi mengancam warga tidak menelan korban. Baik yang luka, maupun meninggal dunia. Hanya saja kerugian materi cukup lumayan. Dinas Sosial (Dinsos) juga sudah memberikan bantuan tanggap darurat berupa sembako, selimut dan tikar. “Kami siaga selama 24 jam. Kapan saja ada laporan tim kita bergerak terus guna membantu masyarakat,” paparnya.

Ade juga mengingatkan kepada ma­syarakat untuk mewaspadai lo­kasi rawan longsor. Terutama ru­mah-rumah yang berada di wila­yah kaki Gunung Sawal. Selain itu, warga yang bermukim di sekitar Sungai Citanduy, Cita­lahab dan sungai lainnya harus waspada. Karena bila hujan terjadi terus menerus dengan intensitas tinggi bisa menimbulkan banjir bandang. “Intensifkan ronda malam. Bila ada kejadian segera lapor kepada aparat setempat,” tutur dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.