12 Warga Garut Diduga Bawa Hasil Rapid Test Palsu ke Pangandaran

198
0
dr Helmi Budiman Wakil Bupati Garut

TAROGONG KIDUL – Sebanyak 12 warga asal Kabupaten Garut diduga memakai surat keterangan hasil rapid test palsu saat berwisata ke Pangandaran.

Petugas pos penjagaan Pangandaran meragukan hasil rapid test yang dibawa mereka.

Baca juga : Hasil Swab Test, 1.030 Warga Selaawi Garut Negatif Corona

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengakui adanya warga Garut yang memalsukan hasil rapid test supaya bisa lolos berwisata ke Pangandaran.

“Saya baru tahu, nanti saya panggil Dinkesnya. Itu kan tidak beretika karena harusnya beri keterangan yang benar. Nanti saya panggil,” tutur Helmi kepada wartawan, Senin (29/6).

Menurut Helmi, pihaknya sudah tak lagi menyediakan rapid test. Pemerintah Kabupaten Garut kini lebih fokus untuk melakukan swab test karena lebih akurat.

“Hal yang tadi kalau itu benar memalsukan surat keterangan atau apapun bentuknya, saya sangat menyesalkan,” jelasnya.

Helmi meminta warganya tak memaksakan diri berwisata ke luar daerah. Apalagi sampai membuat surat keterangan palsu.

Padahal jika tak bisa meminta surat keterangan rapid test, masih ada surat keterangan lain yang bisa dipakai.

“Memang rapid test ini sudah terbatas, kami tak sediakan lagi. Alternatifnya bisa pakai surat bebas ILI (influenza like illness). Itu surat semacam bebas corona, jadi saat diperiksa tidak sedang flu,” katanya.

Ia menganjurkan warga Garut untuk berwisata di daerah sendiri. Masih banyak objek wisata di Garut yang indah dan tak diperlukan surat keterangan.

“Sudah manfaatkan (wisata) lokal saja. Orang luar daerah saja banyak yang ke Garut,” paparnya.

Dihubungi terpisah, Kabid Trantib Satpol PP Kabupaten Pangandaran Wahyu Mahdi mengaku sempat memeriksa sekitar 12 wisatawan asal Garut di check point Kecamatan Padaherang Jumat (26/6) malam.

“Kita suruh untuk rapid test disitu, tapi mereka sudah bawa dari Garut,” ujarnya saat dihubungi tadi malam.

Kemudian, kata dia, hasil rapid test itu dibawa ke Labkesda Kabupaten Pangandaran pada pagi harinya.

“Namun keaslian surat rapid test itu diragukan setelah Labkesda melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Kepala UPTD Labkesda Kabupaten Pangandaran Aang Sayefurahmat melakukan cross check ke Labkesda Garut dan Rumah Sakit Guntur untuk meyakinkan keaslian hasil rapid test yang dibawa warga Garut itu.

“Keterangan Labkesda, nama-nama tersebut tidak ada yang pernah di-rapid test,” ujarnya.

Baca juga : Setahun Buron, Pelaku Cabul Bocah di Garut Diringkus Polisi

Dia pun menegaskan surat rapid test dikeluarkan oleh Labkesda bukan rumah sakit.

“Memang banyak kejanggalan, ya diduga memang palsu. Tapi harus ada penelusuran mendalam,” kata dia tadi malam. (yna/den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.