12 Warga Siluman Kota Banjar Masih Positif Covid-19, Status Lockdown Dicabut

41
0
Loading...

BANJAR – Sebanyak 12 warga Lingkungan Siluman RW 11 Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja masih dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test kedua. Sebelumnya, sebanyak 31 warga menjalani swab test kedua. Pemeriksaan itu dibagi menjadi dua gelombang.

Ketua RW 11 Aam Amijaya mengatakan pada gelombang pertama swab test ulang diikuti 21 warga. Dari jumlah itu, sebanyak 10 orang masih positif. Sedangkan pada gelombang kedua diikuti 10 orang. Hasilnya 2 orang masih positif Covid-19. Total, kata dia, ada 12 warga yang saat ini positif Covid.

Dia mengatakan 12 warga yang masih positif itu kini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. “Total yang masih positif Covid-19 sebenarnya ada 14, namun dua orang lagi sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” kata Aam kepada wartawan, Kamis (28/1).

Sementara itu, kata dia, akses menuju Lingkungan RW 11 kini kembali dibuka. Sebelumnya sempat ditutup sementara atau lockdown. Warga yang dinyatakan negatif pun sudah beraktivitas seperti biasa.

“Bagi warga sudah selesai isolasi mandiri dan dianggap sembuh cukup dibuktikan dengan surat keterangan, sehingga mereka bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

loading...

Baca juga : Sembuh dari Covid-19, Kejari Kota Banjar Tak Akan Divaksin

Kata dia, bagi warga yang masih dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sudah disediakan dari para donatur. “Selaku ketua RW semoga warga disini sembuh, sehingga semua bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Dia menyebut meski tidak diberlakukan lagi lockdown, namun warga Lingkungan Siluman RW 11 harus tetap menerapkan protokol kesehatan atau 5 M. Agar tetap aman dan tidak menularkan atau tertukar virus corona.

Sebelumnya, salah satu RW di Lingkungan Siluman Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja melakukan lockdown lokal selama 14 hari. Kebijakan itu diambil dampak dari bertambahnya angka kasus positif Covid-19 dari klaster hajatan (pernikahan).

Ketua RW 11 Aam Amijaya mengatakan lockdown skala lokal berdasarkan instruksi langsung Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih, lantaran banyak warga di satu RW (terdapat dua RT) yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster hajatan. ”Lockdown skala lokal dilaksanakan selama dua minggu atau 14 hari ke depan,” kata dia kepada wartawan, Minggu (10/1).

Dikatakan dia, lockdown skala lokal atau penutupan akses tersebut dilakukan agar masyarakat dari RW tersebut tidak keluar rumah. Dan warga dari luar agar tidak masuk ke Lingkungan RW. Hal ini, kata dia, untuk mencegah dan mengantisipasi penularan atau penyebaran wabah Covid-19. “Hampir semua akses jalan masuk ke lingkungan RW 11 ditutup,” tandasnya. (nto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.