121 Penjarah Ditangkap, 1.602 Napi Masih Buron

30

JAKARTA – Sudah 121 pelaku penjarahan di lokasi gempa dan tsunami, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil ditangkap aparat kepolisian. Pasal yang akan disangkakan bakal dipeberat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan pihaknya hingga Kamis (11/10) telah menangkap 121 pelaku penjarahan di Kota Palu, Sulteng usai gempa bumi dan tsunami.

“Sampai dengan hari ke-13 pasca-bencana Polres Palu mengamankan sebanyak 121 tersangka penjarahan atau pencurian,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (11/10).

Dedi menjelaskan, terbaru pihaknya telah menangkap 20 orang pelaku pencurian tersebut. Penangkapan itu, dilakukan di beberapa tempat, untuk lima tersangka dibekuk di lokasi SPBU Jalan Cumi-Cumi Palu. Pelaku itu berinisial S, A, SN, Y, R.

“Barang bukti berupa uang tunai Rp5.000.000, satu mesin ATM, linggis, betel. Pelaku merupakan warga Palu yang terindikasi spesialis pembobol mesin ATM,” tutur Dedi.

Sementara pelaku lainnya diciduk di komplek pergudangan Jalan Soekarno Hatta, Palu. Dalam operasi itu polisi menangkap 15 orang pelaku.

“Bersama pelaku telah diamankan barang-barang hasil jarahan berupa, atap seng, tegel keramik, triplek, beberapa karung cengkeh, dan coklat serta satu unit mobil pick up,” ujar Dedi.

Dedi menekankan, kepada para pelaku akan dikenakan hukuman paling berat. Mengingat, kata dia, kejahatan itu dilakukan ketika suasana bencana alam.

“Terhadap seluruh pelaku diancam pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman minimal 7 tahun karena ada hal yang memberatkan yaitu dilakukan saat terjadi bencana,” terangnya.

Terkait tahanan kabur Dedi menjelaskan, bahwa sampai saat ini tercatat ada 1.602 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau napi yang masih melarikan diri usai peristiwa gempa dan tsunami.

“Terhadap seluruh warga binaan Lapas, LPKA, Rutan dan cabang rutan diberikan batas waktu sampai tanggal 16 Oktober 2018 agar kembali melapor untuk menjalani sisa masa penahanan. Bila tidak melapor maka akan dibuatkan DPO,” tegasnya.

Dedi mengungkapkan data terbaru napi yang masih melarikan diri pada Lapas Klas II A Palu sebanyak 647, sedangkan sudah kembali ke tahanan 27 orang.

Kemudian di LPKA Klas II Palu, yang masih belum lapor sebanyak 28 napi, dan yang sudah kembali hanya satu orang.

Lalu, LPP Klas III Palu dari total warga binaan sebanyak 87 orang, tidak ada satupun yang kembali ke Lapas.

Selanjutnya, Rutan Klas IIA Palu yang masih melarikan diri sebanyak 447 napi dan yang sudah kembali 18 orang.

Setelah itu, Rutan Klas IIB Donggala, napi yang melarikan diri 333 orang dan yang sudah kembali ke Rutan sembilan orang. Lalu, Rutan Parigi, yang masih melarikan diri 60 orang dan 177 diantaranya telah mendekam di balik sel.

“Dengan demikian jumlah warga binaan yang di luar atau melarikan diri sebanyak 1.602 orang,” pungkasnya.

(AF/FIN)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.